Perbankan

QRIS Livin’ by Mandiri Catatkan Transaksi Mencapai Rp123,5 Triliun

Poin Penting

  • Transaksi QRIS di Livin’ by Mandiri mencapai 878 juta dengan nilai Rp123,5 triliun, tumbuh 103 persen hingga September 2025.
  • Ekosistem Livin’ semakin kuat, menawarkan berbagai opsi pembayaran seperti QR multi-sumber dana, e-wallet linkage, dan contactless payment, serta fitur gaya hidup melalui Sukha.
  • Kinerja digital Bank Mandiri terus meningkat, dengan pengguna Livin’ menembus 35 juta, nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun, dan pendapatan digital tumbuh 13,3 persen.

Bandung – Bank Mandiri (BMRI) melaporkan fitur transaksi QRIS di Livin’ by Mandiri mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga September 2025, fitur pembayaran tersebut telah membukukan 878 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp123,5 triliun.

Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri, Harry Sofri Putranda mengatakan, angka ini tumbuh sebesar 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Harry menyampaikan Bank Mandiri juga telah menyediakan berbagai opsi pembayaran lainnya, seperti QR dengan beragam sumber dana, e-wallet linkage, serta contactless payment yang mendukung kebutuhan transaksi ritel, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Untuk itu, kami terus memastikan seluruh fitur bekerja stabil, terutama pada periode volume tinggi, agar kenyamanan pengguna tetap terjaga,” ujar Harry, dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin, 8 Desember 2025.

Baca juga: Bank Mandiri Region VI Jawa Barat Cetak Pertumbuhan Kredit 14,7 Persen per September 2025

Harry menyatakan, penguatan ekosistem Livin’ terus dilakukan melalui penyempurnaan fitur inti, mencakup transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan sehari-hari, hingga pengelolaan dana melalui tabungan dan deposito digital.

“Nasabah membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Untuk itu, Livin’ by Mandiri kami siapkan agar proses transaksi berjalan lebih sederhana dan langsung efektif,” pungkasnya.

Pengguna Capai 35 Juta, Transaksi Naik 25 Persen

Sementara itu, hingga kuartal III 2025 Livin’ by Mandiri telah mencatat lebih dari 35 juta pengguna dengan tren pertumbuhan yang kian positif.

Selain itu, frekuensi transaksi tumbuh 25 persen secara year-on-year (yoy), sementara nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun atau naik 10 persen.

Harry juga menambahkan, adopsi layanan digital semakin kuat terlihat dari onboarding, di mana 91 persen pembukaan rekening telah dilakukan melalui Livin’. Menurutnya data ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat menuju layanan yang dapat diakses kapan saja tanpa ketergantungan pada jaringan kantor cabang.

Baca juga: Bank Mandiri Region VI Jawa Barat Cetak Pertumbuhan Kredit 14,7 Persen per September 2025

Lebih lanjut, integrasi layanan gaya hidup melalui fitur Sukha juga turut memperluas fungsi Livin’. Hal ini menjadikan beyond super app andalan Bank Mandiri ini bisa digunakan untuk kebutuhan transaksi perjalanan, hiburan, maupun pembelian produk tertentu.

Pendapatan Digital Tumbuh 13,3 Persen

Dari sisi kinerja, kontribusi layanan digital terhadap pendapatan Bank Mandiri juga terus mengalami kenaikan. Di mana fee based income dari layanan digital tercatat mencapai Rp5,48 triliun hingga September 2025 atau tumbuh 13,3 persen yoy.

“Komitmen kami mendorong akselerasi digital akan terus kami jalankan. Setiap fitur dikembangkan agar manfaat serta nilai tambah yang diterima nasabah semakin nyata,” bebernya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

10 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

10 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

12 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

13 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

13 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

13 hours ago