Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel) memiliki strategi khusus untuk memperluas layanan cashless di masyarakat, yakni dengan mensosialisasikan penggunaan QRIS ke pedesaan.
Bank Sumselbabel memanfaatkan program grebek pasar, yakni dengan memperbanyak agen laku pandai melalui program BSBLur untuk mensosialisasikan QRIS. Melibatkan penyuluh pertanian sebagai agen dalam bentuk satu desa satu agen laku pandai. Di samping itu, Bank Sumselbabel juga membangun ekosistem bisnis secara end to end melalui bentuk klaster.
“Menyadari adanya perbedaan kondisi daerah dan masyarakat yang ada di daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, maka strategi layanan yang digunakan Bank Sumsel Babel adalah digitalisasi dengan memanfaatkan kearifan lokal. Dalam waktu bersamaan, bank tetap mempertahankan kualitas layanan tradisional dan sekaligus melakukan pengembangan layanan digital,” ujar Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin, kepada Infobank belum lama ini.
Bank Sumselbabel juga tak lupa akan pentingnya keterbukaan sistem untuk melibatkan pihak lainnya membangun jaringan digital yang kuat. Semua ini dilakukan demi membuat nasabah lebih nyaman untuk bertransaksi atau mengelola keuangannya melalui perbankan.
“Bank Sumselbabel membuka diri untuk bersinergi baik dengan Pemerintah Daerah, BUMD, fintech, perbankan, dan lembaga lainnya untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional,” jelas Achmad. (*) Steven Widjaja
Poin Penting BTN menggelar Run for Disabilities sebagai bagian Road to BTN Jakim 2026, menegaskan… Read More
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More