News Update

QNB Group Bukukan Laba US$1,8 Miliar di Semester I 2017

Doha – Qatar National Bank Q.P.S.C (QNB Group) membukukan laba bersih di sepanjang Semester I 2017 sebesar QAR6,7 miliar (US$1,8 miliar), atau mengalami peningkatan hingga 7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah QNB Group.

Realisasi laba bersih ini menunjukkan bahwa kesuksesan QNB Group sebagai institusi finansial terbesar di Timur Tengah dan wilayah Afrika dapat mempertahankan dan menjaga pertumbuhan yang kuat bersamaan dengan kesuksesan strategi QNB Group dalam mendiversifikasi sumber pembiayaan yang ada.

Berdasarkan keterangan yang diterima Infobank, di Jakarta, Rabu, 12 Juli 2017 menyebutkan, raihan laba bersih tersebut telah menopang total aset yang meningkat sebesar 11 persen menjadi QAR768 miliar (US$211miliar). Pertumbuhan aset ini didorong oleh peningkatan dalam bentuk pinjaman yang mencapai 11 persen atau sebesar QAR552 miliar (US$152 miliar).

QNB Group berhasil menarik deposito Nasabah baru. Peningkatan jumlah deposito tersebut berhasil meningkatkan pembiayaan nasabah sebanyak 15 persen atau sebesar QAR562 miliar (US$154 miliar) di sepanjang Semester I 2017 ini. Hal tersebut membuat rasio deposito mencapai 98,3 persen, dibandingkan dengan 101,7 persen pada akhir Juni 2016.

Kebijakan pengendalian biaya yang dilandasi oleh prinsip kehati-hatian oleh QNB Group dan kemampuan menghasilkan pendapatan yang kuat memungkinkan untuk memperbaiki efisiensi rasio (rasio biaya terhadap pendapatan) dari 30,4 persen di Juni 2016 menjadi 29,3 persen di Juni 2017, yang dianggap salah satu rasio terbaik di antara lembaga keuangan lainnya di Timur Tengah dan Afrika.

QNB mampu mempertahankan rasio non-performing loans dengan gross loans di angka 1,8 persen dan rasio pencadangan yang mencapai 110 persen pada 30 Juni 2017. Angka ini dianggap terbaik di antara bank-bank di Timur Tengah dan Afrika. Hal tersebut mencerminkan kualitas yang tinggi dari daftar pinjaman dan manajemen risiko kredit yang efektif.

QNB Group memiliki keuntungan dari tingginya diversifikasi pembiayaan secara lokal dan internasional yang tersebar di Afrika, Eropa dan Asia. QNB secara sukses mendiversifikasi wholesale funding dalam hal mata uang, tenor dan beragam produk dengan menggunakan pendekatan yang sangat konservatif dalam mengelola kebutuhan likuiditasnya.

Dari sisi Capital Adequacy Ratio (CAR) terhitung sesuai dengan persyaratan QCB dan Basel III yang mencapai 15,6 persen per akhir Juni 2017, atau lebih tinggi dari persyaratan minimum peraturan Qatar Central Bank dan Komite Basel. QNB Group ingin mempertahankan kapitalisasi yang kuat untuk mendukung rencana strategis di masa yang akan datang.

Berdasarkan dari hasil keberlanjutan kinerja Group yang kuat dan eksistensi international yang luas, QNB Group mempertahankan posisinya sebagai merek bank yang paling terbaik di Timur Tengah dan Afrika dengan nilai merek yang meningkat sebesar US$3,8 miliar dan naik ke peringkat 60 di dunia. QNB juga mendapatkan peringkat tertinggi merek terkuat dengan nilai AA+. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

12 mins ago

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

10 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

10 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

11 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

11 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

12 hours ago