New York – American International Group Inc (AIG Grup) melaporkan kerugian kuartal ketiga sebesar US$ 1,74 miliar.
Perusahaan yang berbasis di New York tersebut mengatakan bahwa mereka mengalami kerugian sebesar US$ 1,91 per saham. Kerugian, yang disesuaikan dengan non-recurring cost mencapai $ 1,22 per saham.
Perkiraan ini diuar ekspektasi Wall Street. Perkiraan rata-rata delapan analis yang disurvei oleh Zacks Investment Research untuk kerugian mencapai sebesar 83 sen per saham.
Pada periode tersebut, AIG Grup membukukan pendapatan sebesar US$ 11,75 miliar.
Saham AIG Grup mengalami penurunan 0,5 persen sejak awal tahun. Sementara pada indeks Standard & Poor’s 500 telah meningkat sebesar 15 persen.
Pada menit akhir perdagangan Kamis,3 November lalu, saham mencapai US$ 64.98, naik sedikit dari 7 persen dalam 12 bulan terakhir.(*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More