Categories: Keuangan

Q1, Pencapaian Premi Asuransi Syariah Sebesar 26,64%

Dibandingkan dengan posisi Desember 2014, premi bruto mengalami penurunan lebih dari 70%. Penurunan premi ini diikuti oleh penurunan laba asuransi syariah.

Jakarta–Di bisnis asuransi, perlambatan yang terjadi di bisnis asuransi konvensional diikuti oleh asuransi syariah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga triwulan I 2015, pertumbuhan premi bruto asuransi syariah baru mencapai 26,64% jika dibandingkan pencapaian Desember 2014 atau secara year to date pertumbuhannya menurun sebesar 73,36%.

Pada Desember 2014, premi bruto asuransi syariah mencapai Rp9,06 triliun. Namun, pencapaian hingga Maret 2015 baru mencapai Rp2,41 triliun.

Sejauh ini, asuransi syariah belum dapat berkembang pesat meski memiliki sejumlah produk yang cukup menarik. Asuransi syariah sepertinya masih memerlukan dukungan kebijakan yang lebih kondusif dan sejumlah insentif untuk mendorong percepatan asuransi syariah. Hingga 2014, pangsa asuransi syariah pun belum banyak bergerak di kisaran 5%.

Menurunnya perolehan premi turut mempengaruhi laba. Hingga Maret 2015, pencapaian laba sebelum pajak mencapai 26,15%. Jika dibandingkan dengan perolehan laba pada Desember 2014, terjadi penurunan sebesar 73,85% (year to date).

Gejolak iklim investasi yang terjadi hingga pertengahan tahun untungnya tak sampai menggerus investasi asuransi syariah. Hingga Triwulan I 2015, pencapaian investasi asuransi syariah mencapai 107,15% menjadi sebesar Rp19,94 triliun, atau tumbuh sebesar 7,15% jika dibandingkan dengan posisi Desember 2014 yang mencapai Rp18,61 triliun.

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memprediksi, tahun ini asuransi syariah dapat tumbuh di kisaran 30%. Perbaikan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan terjadi pada semester II diharapkan dapat mendorong pertumbuhan asuransi syariah.

Apriyani

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

13 mins ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

37 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

59 mins ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

2 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago