News Update

PwC Indonesia: Keunikan Ini Membuat BUMN Kurang Agile

Jakarta – Badan usaha milik negara (BUMN) memiliki uniqueness (keunikan). Selain beroperasi sebagai entitas komersial, BUMN mengemban tugas sebagai agen pembangunan. Namun keunikan ini membuat langkah BUMN tidak se-agile (lincah) seharusnya.

Demikian diungkapkan Yusuf Wibisana, Rekan PwC Indonesia. Menurutnya, BUMN memang perlu direformasi. Meski banyak perusahaan pelat merah yang mencatatkan kinerja bagus. Bahkan ada yang berhasil masuk ke jajaran 500 perusahaan global berkinerja terbaik. BUMN juga memberi kontribusi dividen besar bagi negara. Tapi di lain sisi, keunikan yang dimiliki BUMN harus mampu disikapi dengan baik.

“Uniqeness BUMN mebuat langkahnya tidak se-agile yang seharusnya. BUMN unik karena harus beroperasi di lingkungan komersial, berbisnis secara komersial, dan bersaing dengan comersial company. Tapi juga mengemban amanah sebagai agen of change. Ini penugasan yang mulia, tapi kadang tidak mudah bagi direksi untuk menyikapinya.
Karena penugasan itu kadang, walaupun penting dari segi politik kenegeraan, dan itu menjadi keniscayaan. Tapi kalau kita hitung dari dampak terhadap profitabilitas, itu kadang tidak masuk. Tapi tetap harus dilakukan. Sebagai agen pembangunan, BUMN menjadi konduktor yang utama,” papar Yusuf dalam Webinar IFG Progress, Rabu 28 April 2021.

Dengan keunikan yang dimiliki BUMN, Yusuf mendorong supaya pemegang saham harus memahami benar apa konsekuensi yang dihadapi. Termasuk dalam melakukan assessment terhadap kinerja direksi misalnya. Pemegang saham harus paham tentang dampak dari penugasan seperti apa, dan dampak dari aspek lain seperti apa.
Laporan kinerja direksi harus bisa menggambarkan highlight performa tanpa penugasan dan dengan penugasan.

“BUMN tidak lepas dari penugasan. Saya tidak anti penugasan. Tapi para pengambil kebijakan bisa melihat peforma direksi tanpa penugasan dan dengan penugasan. Sekali lagi penugasan menjadi tugas mulia BUMN,” ujarnya. (Ari As).

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

14 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

14 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

14 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

17 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

18 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

19 hours ago