Moneter dan Fiskal

Purbaya Yakin Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2026: Menterinya Sekarang Lebih Baik

Poin Penting

  • Menkeu Purbaya optimistis ekonomi RI tumbuh 6 persen pada 2026, didukung ruang fiskal yang dinilai cukup kuat.
  • Strategi pertumbuhan difokuskan pada penggerakan dua mesin ekonomi, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta secara bersamaan.
  • Perbaikan iklim bisnis menjadi kunci, agar pertumbuhan di atas 6 persen dapat dicapai secara berkelanjutan.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada ruang fiskal yang dinilai cukup kuat untuk menopang akselerasi ekonomi.

“Saya memiliki cukup uang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6,5 atau 7 persen. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit 2026, Selasa, 3 Februari 2026.

Purbaya menegaskan, strategi pertumbuhan ekonomi ke depan akan bertumpu pada dua mesin utama, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta. Ia menilai, selama dua dekade terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi nasional tidak berjalan optimal.

Baca juga: Bukan Jawa, Ini Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia

Pada 10 tahun pertama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pertumbuhan ekonomi lebih banyak digerakkan sektor swasta, namun pembangunan infrastruktur dinilai belum maksimal.

Sebaliknya, pada 10 tahun era Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur digencarkan melalui belanja pemerintah, tetapi sektor swasta cenderung melemah akibat kebijakan moneter yang kurang mendukung.

Perbaikan Iklim Bisnis Jadi Kunci

“Sekarang kami berupaya menggerakkan kedua mesin pertumbuhan, sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu saja, pertumbuhan di atas 6 persen akan mudah dicapai. Selain itu saya juga berupaya memperbaiki iklim bisnis,” ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Fokus Investasi di Sektor Berkelanjutan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Saya rasa setelah itu, mencapai pertumbuhan di atas 6 (persen) bukanlah hal sulit. Jadi, kami memanfaatkan semua mesin pertumbuhan ekonomi kami untuk memastikan bahwa kami tumbuh dengan kapasitas penuh ekonomi,” tambahnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

35 mins ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

44 mins ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

2 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

2 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

2 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago