Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada ruang fiskal yang dinilai cukup kuat untuk menopang akselerasi ekonomi.
“Saya memiliki cukup uang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6,5 atau 7 persen. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit 2026, Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menegaskan, strategi pertumbuhan ekonomi ke depan akan bertumpu pada dua mesin utama, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta. Ia menilai, selama dua dekade terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi nasional tidak berjalan optimal.
Baca juga: Bukan Jawa, Ini Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia
Pada 10 tahun pertama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pertumbuhan ekonomi lebih banyak digerakkan sektor swasta, namun pembangunan infrastruktur dinilai belum maksimal.
Sebaliknya, pada 10 tahun era Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur digencarkan melalui belanja pemerintah, tetapi sektor swasta cenderung melemah akibat kebijakan moneter yang kurang mendukung.
“Sekarang kami berupaya menggerakkan kedua mesin pertumbuhan, sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu saja, pertumbuhan di atas 6 persen akan mudah dicapai. Selain itu saya juga berupaya memperbaiki iklim bisnis,” ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Fokus Investasi di Sektor Berkelanjutan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“Saya rasa setelah itu, mencapai pertumbuhan di atas 6 (persen) bukanlah hal sulit. Jadi, kami memanfaatkan semua mesin pertumbuhan ekonomi kami untuk memastikan bahwa kami tumbuh dengan kapasitas penuh ekonomi,” tambahnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More