News Update

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting

  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari BRI untuk dikelola Kemenkeu.
  • Evaluasi KUR bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran bagi UMKM, sesuai tujuan program subsidi APBN.
  • BRI menegaskan belum ada keputusan resmi, pengelolaan PNM tetap berada di tangan pemilik saham, Danantara.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tingginya rasio kredit bermasalah (NPL) program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai 10 persen. Hal ini memunculkan rencana kemungkinan pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari induknya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) agar dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Sedang kami diskusikan, tadikan ada yang bilang KUR 10 persen NPL-nya. Kok bisa sebesar itu? Manajemennya nggak betul apa nggak? Subsidinya kita yang bayar kan. Nanti kalau ada apa-apa ke kita juga rasanya,” ujar Purbaya usai konferensi pers APBN Kita, dikutip, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca juga: Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara, Bos BRI Bilang Begini

Purbaya menjelaskan, subsidi bunga KUR yang diberikan kepada perusahaan penyalur berasal dari APBN. Dia pun akan mengevaluasi mekanisme penyaluran KUR apakah sudah selaras dengan tujuan awal program tersebut.

“Kita lihat apakah ada cara menyalurkan KUR dengan lebih baik, karena kan kalau perusahaan yang profit-oriented yang publik itu kan cari untung sebesar-besarnya by design. Sedangkan KUR desainnya nggak untuk itu kan, untuk memberi pembiayaan semurah-murahnya kepada masyarakat atau bisnis yang membutuhkan, UMKM yang membutuhkan,” ungkapnya.

Langkah Efisiensi Penyaluran

Dengan kondisi tersebut, Purbaya berupaya untuk mengubah mekanisme dari penyaluran KUR agar lebih efektif dan efisien.

“Kita lihat bisa diubah apa nggak? Kalau bisa ya kita ubah, kalau nggak bisa ya sudah,” pungkasnya.

Baca juga: Maksimalkan KUR, Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi merespons rencana Menkeu Purbaya yang ingin mengambil alih PT PNM untuk mengoptimalkan penyaluran KUR.

Hery menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan terkait rencana pengambilalihan PNM dari BRI ke Kemenkeu.

“Belum ada. Belum ada (omongan),” ujar Hery saat ditemui di Wisma Danantara, dikutip, Senin, 16 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pemegang saham pengendali PNM adalah Danantara. Karena itu, jika terdapat kebijakan atau aksi korporasi terkait PNM, keputusan berada di tangan pemilik.

“Bukan, kan itu PNM kan BRI juga kan pemegang sahamnya Danantara. Jadi kalau misalnya ada kebijakan ataupun sifatnya corporate action itu tanyanya bukan ke saya tanya ke pemilik ya (Danantara),” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

4 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

15 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

18 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

33 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

1 hour ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

2 hours ago