Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Media Briefing di kantornya, Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025. (Foto: Irawati)
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Bank Indonesia (BI) dapat didorong untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate hingga ke level 3,5 persen, dari posisi saat ini 4,75 persen per September 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat tercapai apabila inflasi mampu dijaga secara konsisten pada kisaran 2,5 persen.
“Kalau inflasi bisa terus-terusan 2,5 persen, BI harus dipaksa pelan-pelan akan dipaksa menurunkan bunga acuannya ke 3,5 persen,” ujar Purbaya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025, Senin, 20 Oktober 2025.
Baca juga: Inflasi Stabil dan Rupiah Terkendali, BI Optimistis Ekonomi RI Menguat di Semester II/2025
Purbaya menambahkan bahwa penurunan BI Rate akan berdampak pada penurunan suku bunga pinjaman perbankan hingga 7 persen atau bahkan lebih rendah. Hal ini penting agar Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, yang saat ini memiliki bunga pinjaman sekitar 5 persen.
“Kalau itu yang terjadi maka ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi. Atau paling nggak bisa bersaing dengan negara lain. Karena di Malaysia bunga pinjaman paling 5 persen. Kalau di sini ketinggian ya perusahaan kita kalah bersaing. Jadi di sinilah pentingnya pengendalian inflasi,” pungkasnya.
Baca juga: Alasan Purbaya Mau Suntik Dana Pemerintah ke BPD
Purbaya juga mengungkapkan bahwa keterjangkauan harga di berbagai wilayah sudah menunjukkan perbaikan, berkat efisiensi dalam pasokan dan distribusi pangan antardaerah, yang dikoordinasikan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kerja sama perdagangan antardaerah terbukti jadi faktor penting. Daerah yang aktif membangun jaringan pasokan lintas wilayah, inflasinya jauh lebih stabil. Tapi kita tidak boleh lengah, tekanan harga pangan dan energi bisa datang kapan saja. Terutama menjelang akhir tahun atau musim tanam baru,” tandasnya.
Ke depannya, Purbaya menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID dengan kebijakan yang terukur dan responsif. Tujuannya bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan barang dan kelancaran distribusi secara berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More