Moneter dan Fiskal

Purbaya Sebut Ekonomi RI Jauh dari Krisis, Ini Buktinya

Poin Penting

  • Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia jauh dari krisis, bahkan masih dalam fase akselerasi meski ada tekanan global.
  • Konsumsi masyarakat dan APBN jadi penopang utama, terlihat dari peningkatan belanja saat Lebaran dan stabilitas harga energi.
  • Pertumbuhan ekonomi diproyeksi 5,5-5,7 persen, didukung data survei konsumen, PMI, dan penjualan kendaraan.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi perekonomian Indonesia masih jauh dari krisis, meski dibayangi dampak konflik global antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Ia menyebut sejumlah indikator perekonomian menunjukkan tren positif, terutama dari sisi konsumsi masyarakat yang meningkat saat momentum Lebaran.

“Lebaran kemarin kan di mana-mana macet, di semua tempat pada belanja, artinya daya beli ada,” kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Jumat, 27 Maret 2026.

Baca juga: Purbaya Ungkap Strategi APBN Redam Kenaikan BBM, Popularitas Presiden Ikut Terkerek

Purbaya menjelaskan, Indonesia mampu memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi kita luamayan tuh bisa memitigasi harga minyak dunia yang tinggi, karena kita serap di APBN kita. Jadi kita jauh dari krisis,” ujarnya.

Ia menilai, ekonomi Indonesia tidak mengalami perlambatan, apalagi resesi. Justru, perekonomian berada dalam fase akselerasi.

“Kita malah ekspansi terus. Kalau leading economic index kita nggak salah, sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus. Jadi kita jauh dari krisis, resesi aja belum, melambatnya aja belum. Kita sedang mengalami akselerasi. Dan saya akan jaga terus, kita akan jaga terus bersama ke depannya,” ucapnya.

Didukung Data dan Target Pertumbuhan

Bendahara negara itu mengatakan, hal ini bukan hanya sekedar optimisme saja, namun tecermin berdasarkan data survei, seperti survei konsumen, Purchasing Manager’s Index (PMI), hingga data penjualan kendaraan yang di klaim meningkat. Dengan begitu, Purbaya yakin pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh di level 5,5-5,7 persen.

“Menurut saya di atas 5,5 persen sudah bagus dalam keadaan sekarang. Jadi bukan saya optimis, saya melihat data. Dan saya tahu apa yang saya masukkan ke sistem perekonomian supaya ekonominya bergerak. Data-fata itu adalah dampak dari kebijakan di belakang,” imbuhnya.

Ia juga memastikan likuiditas di sistem perekonomian memadai, serta belanja pemerintah yang tepat waktu, sehingga iklim usaha akan diperbaiki seoptimal mungkin.

“Tapi pada dasarnya kalau saya bisa jalankan mesin fiskal dan mesin moneter yang menggerakan swasta, tumbuh 6 persen harusnya tidak terlalu sulit,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

DPR Kritik Wacana WFH 1 Hari per Pekan, Ini Risiko yang Dikhawatirkan

Poin Penting DPR minta wacana WFH satu hari dikaji ulang, karena dinilai belum tentu efektif… Read More

2 mins ago

Deal! Moratelindo Resmi Merger dengan MyRepublic

Poin Penting PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia)… Read More

21 mins ago

Flip Catat Jumlah Transaksi Naik 31 Persen Selama Ramadan 2026

Poin Penting Flip mencatat lonjakan aktivitas selama Ramadan, dengan pengguna harian naik 23 persen, transaksi… Read More

54 mins ago

Putusan Denda Rp755 Miliar ke 97 Pindar Belum Inkrah, Ini Peluang Bandingnya

Poin Penting KPPU menjatuhkan denda Rp755 miliar kepada 97 pindar, namun putusan tersebut belum inkrah… Read More

1 hour ago

Purbaya Mau Pindahkan 300 Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP, Buat Apa?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana memindahkan 200–300 pegawai dari DJA ke DJP untuk… Read More

1 hour ago

Bahlil Sebut Pasokan Minyak Kini Tak Bergantung pada Hormuz

Poin Penting: Bahlil memastikan stok energi Indonesia tetap aman meski terjadi krisis global. Pemerintah telah… Read More

2 hours ago