Moneter dan Fiskal

Purbaya Pede Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tumbuh 5,6 Persen

Poin Penting

  • Purbaya memproyeksi ekonomi Q1 2026 mencapai 5,6 persen, lebih tinggi dari realisasi Q1 2025 (4,87 persen yoy).
  • Stimulus Ramadan–Idulfitri jadi pendorong utama, lewat bansos dan diskon transportasi.
  • Anggaran diskon Rp911,6 miliar untuk kereta, kapal, ASDP, dan pesawat guna jaga daya beli dan konsumsi.

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2026 akan tumbuh sebesar 5,6 persen.

Optimisme tersebut didukung oleh adanya stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah pada kuartal I, khusunya pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

“Oh iya kita kasih diskon itu agar menggerek perekoniman. 5,6 persen tergantung ekonomi growth,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Baca juga: Purbaya: Jangan Banyak Protes MBG, Ini Pilar Penting Ekonomi

Proyeksi tersebut lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025 yang sebesar 4,87 persen secara tahunan (year on year/yoy), serta realisasi ekonomi di kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen dan keseluruhan tahun 2025 yang sebesar 5,11 persen.

Stimulus Ekonomi Kuartal I 2026

Sebelumnya, pemerintah meluncurkan stimulus ekonomi kuartal I 2026 dalam rangka Ramadan dan Idulfitri berupa diskon tarif transportasi dan bantuan sosial (bansos). Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, total anggaran diskon transportasi yang terdiri dari tarif kereta api, kapal, hingga pesawat tersebut sebesar Rp911,6 miliar yang berasal dari APBN maupun non-APBN.

“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa, 10 Februari 2026.

Airlangga merinci, diskon tarif kereta api (PT KAI) yang berlaku untuk perjalanan pada periode 14-29 Maret 2026 diberikan sebesar 30 persen dari harga tiket dengan target 1,2 juta penumpang.

Baca juga: Purbaya: NIM Perbankan RI Tertinggi di Dunia dan Akhirat

Diskon serupa juga diberikan untuk angkutan laut PT Pelni pada periode 11 Maret–5 April 2026 sebesar 30 persen dari tarif dasar dengan target 445 ribu penumpang.

Sementara itu, angkutan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry pada periode 12–31 Maret 2026 memperoleh diskon 100 persen untuk jasa kepelabuhanan, dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Adapun diskon tarif pesawat diberikan sebesar 17-18 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.


Bansos Pangan Rp11,92 Triliun

Selain diskon transportasi, pemerintah menyalurkan bantuan sosial pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan. Total anggaran bansos ini mencapai Rp11,92 triliun.

“Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4 estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti (2026),” tambahnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Halaman12

Page: 1 2

Irawati

Recent Posts

J Trust Bank Rangkul Industri Kuliner demi Perkuat Ekosistem Bisnis, Ini Strateginya

Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More

1 hour ago

Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More

3 hours ago

Transformasi CX Jadi Kunci Daya Saing di Sektor Energi, Dari Layanan ke Pengalaman Pelanggan

Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More

4 hours ago

Resmikan ISRF, IAI Dorong Penguatan Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More

4 hours ago

Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty

Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More

5 hours ago

KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More

5 hours ago