Moneter dan Fiskal

Purbaya Pastikan Cukai dan Harga Rokok Eceran Tak Naik Tahun Depan

Poin Penting

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada rencana menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) maupun harga jual eceran (HJE) rokok tahun depan.
  • Kenaikan HJE tanpa penyesuaian cukai dinilai dapat memperlebar selisih harga antara rokok legal dan ilegal, yang justru mendorong peredaran rokok ilegal.
  • Keputusan mempertahankan tarif cukai konstan diambil setelah berdiskusi dengan GAPPRI, dengan tujuan menjaga stabilitas bisnis industri rokok.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak akan menaikkan harga jual eceran (HJE) rokok dan tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok pada 2026.

“Belum ada kebijakan seperti itu. Harusnya (HJE rokok) sih nggak usah, kalau nggak kan tipu-tipu. Anda anggap saya tukang kibul? Cukai nggak naik, tapi harga (HJE rokok) dinaikkan, sama aja kan?,” ucap Purbaya di Kantor Pusat DJBC, dikutip, Selasa, 14 Oktober 2025.

Purbaya menjelaskan, jika meningkatkan HJE rokok namun tarif CHT ditahan, maka hal tersebut akan semakin memperlebar gap dalam memberantas rokok ilegal.

“Selisih antara produk yang legal dengan ilegal jadi semakin besar. Kalau makin besar akan mendorong barang-barang ilegal,” ungkapnya.

Baca juga: Purbaya Siapkan Kawasan Industri Tembakau untuk Bina Produsen Rokok Ilegal

Sebelumnya, Purbaya memastikan tarif cukai hasil tembakau pada 2026 tidak akan dinaikkan. Keputusan itu diambil usai Purbaya bertemu dengan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI).

Purbaya menjelaskan, GAPPRI telah memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah yang akan dipilah kembali agar saling menguntungkan.

“Kita masih diskusi macam-macam, mereka memberi masukan banyak sekali. Cuma kelihatannya mesti dipilah-pilah lagi masukannya karena cukup rumit,” kata Purbaya dalam media briefing di Jakarta, akhir September lalu.

“Kayaknya mereka juga bingung masukan apa yang pas. Tapi saya minta mereka tulis masukannya lagi, diskusi antara mereka, sehingga masukannya nggak menguntungkan satu atau merugikan yang lain,” sambungnya.

Baca juga: Tarif Cukai Rokok Tahun Depan Dipastikan Konstan, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Purbaya mengungkapkan, para bos pabrik rokok menginginkan agar kebijakan cukai rokok pada 2026 tidak diubah agar tidak mematikan bisnis.

“Tahun 2006, mereka bilang asal nggak diubah sudah cukup, ya sudah saya nggak ubah. Tadinya padahal saya mikir mau nurunin, dia bilang sudah cukup, ya sudah. Salah mereka itu nyesel. Tahu gitu minta turun. Untungnya dia minta konstan saja, ya sudah kita nggak naikin. Jadi tahun 2006, tarif cukai tidak kita naikkan,” bebernya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

4 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

6 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

6 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

6 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

7 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

7 hours ago