Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, ditemui di ruang kerjanya usai acara serah terima jabatan dari Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan family office di Bali, yang diusulkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sebagai salah satu pusat keuangan di Indonesia.
Purbaya menjelaskan, DEN perlu mencari sendiri cara pembiayaan pembangunan proyek tersebut tanpa mengandalkan dukungan anggaran negara
“Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri, saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor DJP, dikutip, Selasa, 12 Oktober 2025.
Baca juga: Purbaya Buka Peluang Tambah Penempatan Dana ke Himbara
Bendahara negara ini menegaskan, anggaran negara yang berada di tangannya telah difokuskan untuk membiayai program-program prioritas guna mendorong perekonomian domestik.
“Saya fokus (anggaran negara). Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu aja,” tegasnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Janji Kurangi Utang: Tidak Boleh Ada Kebocoran!
Selain itu, Purbaya juga menyatakan tidak akan memberikan usulan apa pun tekait rencana pembangunan family office di Bali maupun terkait wacana menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu pusat keuangan di Indonesia.
Sebab, meski sering mendengar terkait hal tersebut, namun ia tidak begitu mengerti konsep dari rencana besar yang digagas oleh Ketua DEN, Luhut Binsar Panjdaitan itu.
“Nggak (memberikan masukan apapun). Kalau mau, saya doain lah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya nggak pernah lihat,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More