Perbankan

Purbaya: NIM Perbankan RI Tertinggi di Dunia dan Akhirat

Poin Penting

  • Purbaya menyebut net interest margin (NIM) perbankan Indonesia tergolong paling tinggi di dunia, kondisi yang sudah berlangsung 30–40 tahun
  • Pasar perbankan yang cenderung oligopolis membuat transmisi penurunan suku bunga berjalan lambat
  • Meski ada delay transmisi kebijakan moneter, perbaikan arah ekonomi mulai terlihat sekitar empat bulan setelah BI menurunkan suku bunga, didukung likuiditas yang memadai dari pemerintah.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan net interest margin (NIM) alias rasio pendapatan bunga perbankan di Tanah Air tergolong paling tinggi di dunia.

Purbaya menjelaskan, kondisi pasar perbankan di Indonesia saat ini cenderung menganut oligopolis. Sehingga, dorongan untuk menurunkan tingkat suku bunga bank berjalan lambat.

“Ini kan masalah di perbankan kita udah mungkin 30-40 tahun seperti ini. Di mana net interest margin kita besar, tertinggi di dunia dan akhirat,” ucap Purbaya di acara Bloomberg Economic Outlook 2026, Kamis, 12 Februari 2026.

Baca juga: Resmi! Purbaya Bebaskan PPN Tiket Pesawat Ekonomi untuk Pembelian Mulai 10 Februari
Baca juga: Purbaya Siapkan Rp15 Miliar untuk Reaktivasi BPJS: Minggu Depan Cair

Dia menjelaskan, transmisi kebijakan moneter ke sektor riil dan perbankan memang membutuhkan waktu. Meski begitu, ia tidak mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan. Namun, dampak terhadap perekonomian diperkirakan mulai terasa dalam kurun sekitar empat bulan.

“Kebijakan moneter, ke riil sektor, ke perbankan itu ada delay. Saya nggak tahu bisa berapa lama delay-nya. Tapi kalau ke ekonomi saya lihat walaupun perbankan yang ngaturin bunga. Empat bulan itu udah kelihatan perbaikan arah ekonominya gara-gara bank sentral menurunkan bunga (BI Rate),” jelasnya.

Selain, dukungan Bank Indonesia dalam menurunkan suku bunga acuan, pemerintah juga ikut menyokong melalui likuiditas yang cukup di pasar keuangan.

“Sehingga, seharusnya ruang ke arah suku bunga bank yang lebih rendah akan semakin terbuka lagi,” pungkas Purbaya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Waspada Puncak Arus Balik Lebaran, Menhub Minta Masyarakat Maksimalkan WFA

Poin Penting Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan WFA untuk menghindari penumpukan pada puncak arus balik Lebaran.… Read More

32 mins ago

Usai Libur Lebaran, Bank Muamalat Kembali Beroperasi Normal Mulai 25 Maret 2026

Poin Penting Bank Muamalat kembali beroperasi normal mulai 25 Maret 2026 setelah libur Lebaran, dengan… Read More

36 mins ago

OJK Sebut Tren Konsolidasi BPR Berlanjut, 142 Bank Sudah Merger

Poin Penting OJK menilai tren konsolidasi BPR/BPRS masih berlanjut pada 2026, sehingga jumlah bank diperkirakan… Read More

50 mins ago

IHSG Dibuka Loyo usai Libur Lebaran, Masih Bertahan di Kisaran 7.000

Poin Penting Pada pembukaan 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,63 persen ke… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah setelah Libur Lebaran, Masih Dipicu Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.916 per dolar AS pada Rabu (25/3), turun… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Rebound usai Libur Panjang Lebaran 2026

Poin Penting IHSG secara historis cenderung menguat (technical rebound) setelah libur panjang, didorong kembalinya aliran… Read More

3 hours ago