Moneter dan Fiskal

Purbaya Minta Pasar Tak Panik, Rupiah Diprediksi Menguat

Poin Penting

  • Rupiah melemah ke level Rp16.864 per dolar AS, namun pemerintah menilai kondisi tersebut bersifat sementara.
  • Menkeu Purbaya optimistis ekonomi RI membaik, dengan pertumbuhan kuartal IV 2025 diprediksi 5,45% dan target 6% pada 2026.
  • Rupiah diperkirakan mulai menguat dalam dua minggu ke depan, didorong masuknya modal asing dan kuatnya fondasi ekonomi domestik.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pada Rabu (14/1/2026) pukul 10.55 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.864 per dolar AS.

Purbaya menilai, rupiah akan menguat secara otomatis seiring membaiknya perekonomian domestik. Kondisi tersebut diyakini mampu mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

“Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah akan menguat juga hampir otomatis, kenapa? Karena orang modal-modal asing mereka akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujar Pubaya saat ditemui di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca juga: Rupiah Hampir Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Respons BI

Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan mencapai 5,45 persen. Sementara pada 2026, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar berada di kisaran 6 persen.

“Jadi Anda gak usah takut, fondasi kita kuat, rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini dan orang Indonesia yang taruh uangnya di sana keluar negeri juga akan balik, kenapa? Dia akan berbisnis di sini karena orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri mereka gak biasa bersaing sehat di sana,” bebernya.

“Gak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah, asing juga sudah masuk Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” tambahnya.

Baca juga: Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Himbara, OJK Pastikan Likuiditas Aman

Mantan Bos LPS itu juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pergerakan nilai tukar. Ia memprediksi rupiah akan mulai kembali menguat dalam dua minggu ke depan.

“Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain, gak usah panik rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” pungkas Purbaya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

8 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

15 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago