Moneter dan Fiskal

Purbaya Lapor APBN Oktober 2025 Defisit Rp479,7 Triliun

Poin Penting

  • APBN defisit Rp479,7 triliun hingga Oktober 2025 atau setara 2,02 persen terhadap PDB, namun tetap dikelola secara hati-hati di tengah dinamika global.
  • Pendapatan negara mencapai Rp2.113,3 triliun (73,7 persen outlook) ditopang perpajakan Rp1.708,3 triliun dan PNBP Rp402,4 triliun, dengan PNBP melampaui capaian 2024.
  • Belanja negara terealisasi Rp2.593 triliun (73,5 persen outlook) untuk menjaga daya beli, mendukung infrastruktur, dan mengawal reformasi struktural.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) alami defisit Rp479,7 triliun di Oktober 2025, atau  2,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Realisasi APBN sampai dengan 31 Oktober 2025 secara keseluruhan menunjukkan pengelolaan yang hati-hati dan prudent, serta menjaga disiplin fiskal di tengah dinamika global,” kata Purbaya dalam APBN KiTa, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: Anak Buah Purbaya Pastikan Warung Es Teh Aman dari Cukai Minuman Berpemanis

Dia melanjutkan, pendapatan negara hingga akhir Oktober 2025 mencapai Rp2.113,3 triliun atau setara 73,7 persen terhadap outlook APBN 2025. Realisasi pendapatan negara itu didorong oleh penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Kinerja ini didorong oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.708,3 triliun atau 71,6 persen dari outlook dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp402,4 triliun atau 84,3 persen dari outlook, khusus PNBP realisasinya melebihi capaian tahun 2024. Ini menunjukkan optimalisasi sumber daya non pajak lebih efektif,” jelasnya.

Baca juga: Purbaya Guyur Lagi Dana Rp76 Triliun ke BRI, Bank Mandiri, BNI dan Bank Jakarta

Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga Oktober 2025 mencapai Rp2.593 triliun atau 73,5 persen dari outlook 2025. Belanja ini dimanfaatkan secara optimal untuk program prioritas yang meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.879,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp713,4 triliun.

“Belanja ini diprioritaskan untuk menjaga daya beli, mendukung infrastruktur dan mengawal reformasi struktural,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago