Moneter dan Fiskal

Purbaya Jamin Paket Stimulus Ekonomi Rp16,23 Triliun Tak Bikin Defisit APBN Melebar

Poin Penting

  • Defisit APBN 2025 diproyeksi 2,78 persen PDB atau Rp638,8 triliun, sedikit naik dari estimasi awal Rp616 triliun (2,53 persen PDB), namun pemerintah pastikan tidak melebar akibat stimulus ekonomi
  • Alokasi terbesar stimulus 2025 Rp7 triliun untuk bantuan pangan 10 kg beras selama Oktober–November 2025 bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat
  • Dana stimulus berasal dari optimalisasi anggaran dan sisa tahun lalu, sehingga tidak menambah defisit.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit APBN 2025 tidak akan melebar akibat adanya tambahan alokasi dana untuk paket stimulus ekonomi di sisa tahun 2025.

Purbaya memperkirakan defisit APBN 2025 akan mencapai 2,78 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp638,8 triliun. Proyeksi ini lebih besar dari estimasi awal di angka Rp616 triliun atau 2,53 persen dari PDB.

Lebih jauh Purbaya menjelaskan, anggaran paling besar dalam paket stimulus ekonomi 2025 dialokasikan pada bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras untuk periode Oktober-November 2025 atau 2 bulan sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan anggaran Rp7 triliun.

“Yang paling besar tadi kan yang 2 kali 10 kg itu sekitar Rp7 triliun, sudah ada uangnya kami sediakan, bukan berarti defisitnya melebar,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 15 September 2025.

Baca juga: Menkeu Purbaya Akan Bentuk Tim Akselerasi Program Prioritas

Purbaya menyebut, pihaknya telah memperkirakan penerimaan yang diserap oleh negara setiap tahunnya untuk dibelanjakan. Dia pun telah menghitung sisa anggaran tahun lalu, sehingga dana tersebut akan dioptimalkan di sisa tiga bulan tahun 2025 agar diserap oleh sistem perekonomian.

“Saya bisa perkirakan tuh setiap tahun penyerapannya berapa sih anggaran kita. Tahun lalu kan ada sisa juga, saya bisa hitung sisanya berapa. Jadi daripada sisa, tinggal 3 bulan lagi mungkin nggak kepake, saya pake ke sana. Jadi ini hanya optimalisasi penyerapan anggaran supaya berdampak bagi perekonomian tanpa berubah defisit terlalu signifikan,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Dana Rp16,23 Triliun untuk 8 Stimulus Ekonomi 2025

Dengan begitu, Purbaya menyatakan jika perekonomian bertumbuh dengan baik, maka penerimaan negara juga akan mengikuti.

“Kalau PDB-nya tumbuh lebih cepat kan tax-nya lebih cepat juga. Jadi mungkin dampaknya ke defisit cenderung netral itu positif,” bebernya. 

Seperti diketahui, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi 2025 yang terdiri dari 8 program akselerasi dengan total anggaran sebesar Rp16,23 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

9 mins ago

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

49 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

1 hour ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

1 hour ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

1 hour ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

2 hours ago