Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan menempatkan dana ‘nganggur’ pemerintah kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD), di antaranya Bank Jakarta dan Bank Jatim.
Meski begitu, Purbaya tak sembarang menaruh dananya di bank-bank daerah tersebut. Ia menyatakan penempatan dana itu diberikan hanya kepada perbankan yang mempunyai permodalan yang kuat.
“Saya lihat yang demand-nya kuat dan fondasi backing di belakangnya kuat. Ini kan kalau Bank Jakarta kuat, anggarannya banyak. Jawa Timur juga sama kuat, anggarannya cukup,” ucap Purbaya di Kantornya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Baca juga: Setelah Himbara, Purbaya Berencana Suntik Rp20 Triliun ke Bank Jakarta
Sehingga, Purbaya optimis kedua bank daerah itu akan mampu menyerap dananya dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayahnya masing-masing.
“Jadi kalau dikasih beberapa triliun saja, saya nggak bahaya,” jelas Purbaya.
Bendahara negara ini menyatakan, penempatan dana ke perbankan daerah ini bertujuan agar dana mengendap di bank sentral atau Bank Indonesia (BI) terserap ke sistem keuangan agar perekonomian lebih baik.
Purbaya menyatakan, dampak setelah dirinya menempatkan dana di himpunan bank milik negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun, yakni pertumbuhan kredit di bank tersebut mulai tumbuh.
Contohnya di Bank Mandiri yang pertumbuhan kreditnya hampir 11 persen dari sebelumnya hanya 8 persen. Selain itu, pertumbuhan base money atau uang beredar juga mulai tumbuh di kisaran 13 persen dari 0 persen.
“Jadi harusnya itu indikasi bahwa uang sudah masuk ke sistem. Tinggal tunggu waktu aja. Kredit sudah tumbuh kan kelihatannya. Dan tinggal tunggu waktu aja ekonomi secara keseluruhan akan semakin cepat,” bebernya.
Baca juga: Gubernur se-Indonesia Minta Purbaya Tak Pangkas Anggaran Transfer ke Daerah
Sebelumnya, Purbaya berencana akan menyuntik dana Rp10 triliun-Rp20 triliun ke Bank Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).
“Saya taruh di Himbara, yang Rp200 triliun, gimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun ke Bank Jakarta? Saya tanya tadi ke Pak Gubernur, apakah Bank Jakarta bisa nyerap? Jangan sampai saya kasih duit panik terusnya. Waduh gak bisa nyalurkan. Kata Pak Gubernur bisa,” kata Purbaya di Balai Kota. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More