Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit yang nyaris 3 persen atau tepatnya 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya mengatakan, APBN berperan sebagai katalis dan instrumen kontrasiklikal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program unggulan, perlindungan sosial yang tepat sasaran, dukungan dunia usaha, optimalisasi penerimaan, dan disiplin fiskal.
Menurut Purbaya, hal tersebut yang membuatnya sedikit mengorbankan fiskal ke defisit 2,92 persen dari target sebelumnya yang hanya sebesar 2,53 persen di 2025.
Baca juga: Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri
“Jadi kita sedikit mengorbankan fiskal dalam sisi defisit dari 2,5 persen sekian ke arah 2,9 persen. Itu adalah program kontrasiklikal yang kita kerjakan untuk membalik ekonomi dari yang turun, sekarang jadi mulai naik,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat, 13 Februari 2026.
Meski demikian, Purbaya menegaskan defisit tersebut masih berada dalam koridor yang mencerminkan prinsip kehati-hatian fiskal. Di mana defisit masih berada di bawah 3 persen.
“Tapi itu kita lakukan tanpa mengorbankan kehatian-kehatian fiskal. Defisit masih kita jaga di 3 persen dari PDB. Dan utangnya juga masih terkendali. Jadi kita juga berhasil membalik arah ekonomi dengan fiskal yang tetap terjaga,” jelasnya.
Baca juga: Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty
Purbaya menilai, hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang kuat atau sebesar 5,11 persen secara tahunan (yoy). Ia memprediksi perekonomian tumbuh di rentang 5,5-6 persen di kuartal I 2026.
“Tapi ini angka yang luar biasa. Karena kalau ini terjadi, berarti kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” ujar Purbaya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BI mencatat cadangan devisa turun menjadi USD151,9 miliar pada Februari 2026 dari USD154,6… Read More
Poin Penting Setoran pajak Februari 2026 tumbuh 30,2% yoy, gross 19%. DJP optimis kinerja pajak… Read More
Poin Penting DJP menjelaskan pajak THR dipotong untuk menghindari penumpukan beban pajak penghasilan pada akhir… Read More
Poin Penting Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB, namun outlook diubah dari stabil… Read More
Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan karena stok energi selama Ramadan… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 2,61%, dengan indeks ditutup di level 7.509,10 pada sesi I perdagangan,… Read More