Moneter dan Fiskal

Purbaya Ancam Pegawai Kemenkeu Nakal: Kalau Dia Ngibulin Saya, Selesai!

Poin Penting

  • Program Lapor Pak Purbaya (LPP) telah menerima 28.390 laporan hingga 24 Oktober 2025, dengan ribuan aduan tengah diverifikasi.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menindak tegas pegawai Kemenkeu yang terbukti melakukan pelanggaran.
  • Purbaya mengingatkan masyarakat hanya menanggapi pesan dari nomor resmi 08159966662 dan berjanji akan melakukan sidak langsung ke kantor yang banyak diadukan.

Jakarta – Program Lapor Pak Purbaya (LPP) yang digagas Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menerima 28.390 pesan masuk hingga pukul 08.00 WIB pada 24 Oktober 2025.

“Sudah diverifikasi sebanyak 14.025 laporan. Ada 722 aduan, 393 masukan, 432 pertanyaan, 12.000 lain-lain. Ini sedang dalam proses verifikasi sebanyak 14.365 laporan,” terang Menkeu dalam media briefing Kemenkeu, Jumat, 24 Oktober 2025.

Jika dirinci, terdapat 239 aduan ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan 198 laporan terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Namun, Purbaya menegaskan tidak semua aduan merupakan kesalahan pegawai Kemenkeu.

Ia mencontohkan kasus viral tentang seorang pegawai bea cukai yang nongkrong di Starbucks ternyata bukan pegawai Kemenkeu. Namun, ada juga laporan yang disoroti Purbaya karena pihak terkait terkesan menolak disalahkan.

Baca juga: Baru 2 Hari Dibuka, “Lapor Pak Purbaya” Langsung Banjir 15.933 Aduan!

“Kalau bikin kayak gini nanti orang pada nggak percaya. Semuanya tidak benar. Ada yang benar nggak?” kata Purbaya kepada bawahannya.

Ke depan, Purbaya mengimbau agar masyarakat hanya menerima respons dari nomor resmi 08159966662 saat menggunakan layanan LPP. Jika ada pihak lain yang menghubungi, dipastikan pesan atau panggilan tersebut palsu.

Baca juga: Purbaya Rekrut Hacker Kelas Kakap untuk Uji Keamanan Coretax

Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan melakukan sidak ke kantor pajak dan bea cukai yang mendapat banyak aduan. Purbaya menegaskan akan menindak tegas jika laporan terbukti benar.

“Nanti sekali-sekali saya datangi orangnya. Dari berapa puluh aduan yang tadi diterima, saya akan datangi. Benar nggak dia kerjanya? Sekali ketahuan atau dia ngibulin saya, selesai dia,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadhan hingga Rp70.000 di Berbagai Ritel Modern

Poin Penting BNI menghadirkan promo “Ramadan Berlomba Kebaikan Bersama BNI” dengan diskon belanja hingga Rp70.000.… Read More

39 mins ago

Sompo Indonesia Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp15 Ribu

Poin Penting Sompo Indonesia mengingatkan perjalanan mudik Idulfitri memiliki berbagai risiko, sehingga perlu perlindungan sejak… Read More

1 hour ago

Angkot Puncak Bogor Libur 5 Hari saat Lebaran, Kompensasi Rp1 Juta Disalurkan via Bank BJB

Poin Penting Pemprov Jabar menghentikan operasional angkot di jalur Puncak selama lima hari pada periode… Read More

1 hour ago

8,12 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More

2 hours ago

AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen

Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More

2 hours ago

Jasamarga Trans Jawa Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Lebaran 2026

Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More

2 hours ago