Jakarta – Perusahaan-perusahaan tambang saat ini sudah terlihat mulai mengalihkan disverifikasi bisnisnya ke arah energi baru terbarukan (EBT) seperti pada tambang batu bara. Hal tersebut terjadi karena perusahaan tidak hanya dapat mengandalkan batu bara sebagai bisnis utamanya.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina mengatakan bahwa dengan mulai masuknya perusahaan tambang ke lini bisnis energi baru terbarukan dalam beberapa tahun ke depan akan mempengaruhi perbankan menghentikan pendanaan pada sektor pertambangan tersebut.
“Preferensi investor saat ini juga berubah, terutama dalam investor milineal yang mulai menyadari bahwa bukan hanya pertumbuhan bisnis yang tumbuh tapi juga lingkungan atau bumi juga terjaga,” ucap Martha dalam Media Day di Jakarta, 8 September 2022.
Selain dari kalangan investor milenial yang mulai sadar terkait dengan ekonomi hijau, para investor asing juga menunjukan ketertarikannya terhadap EBT dan menjadikannya sebagai penentu sebelum berinvestasi.
Di sisi lain, dalam transisi energi ke arah EBT juga mengalami beberapa tantangan seperti terpengaruh oleh pandemi Covid-19 dan kenaikan harga komoditas yang saat ini terjadi.
Baca juga: Produksi Listrik 263 MW, Kencana Energi (KEEN) Siap Bangun 3 Pembangkit EBT
Namun, untuk proyek EBT ke depan menjadi sangat menarik karena telah mampu bersaing dengan energi fosil di tengah kenaikan harga batu bara saat ini.
“Seperti pembangkit listrik tenaga air kemudian juga solar energy itu kalau kita lihat juga harga pasangnya ataupun dari harga per daya yang dihasilkan itu sudah mulai bisa bersaing dengan energy fosil,” imbuhnya. (*) Khoirifa
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More