Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI pada hari ini, 16 Mei 2025 ditutup mengalami pelemahan sebanyak 1,03 persen ke posisi Rp2.870 per saham dari Rp2.900.
Meski begitu, harga saham BSI dalam sepekan terakhir mengalami penguatan 3,24 persen, sementara secara year to date (ytd) juga masih mengalami kenaikan 5,13 persen.
Diketahui, pada hari ini BSI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mata agenda yang dibahas terkait dengan pembagian dividen hingga pengumuman jajaran perseroan terbaru.
Dari sisi pembagian dividen, para pemegang saham BRIS menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024 sebanyak Rp1,05 triliun dari Rp7,01 triliun sebagai dividen.
Baca juga: Tok! Ini Daftar Komisaris dan Direksi BSI Hasil RUPST 2025
Angka besaran dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 15 persen dari total laba bersih atau senilai Rp22,78 per lembar saham.
Selain itu, RUPS BSI juga mengumumkan jajaran direksi baru. Salah satunya menyetujui penunjukkan Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama BSI menggantikan Hery Gunardi yang telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Baca juga: Tok! Ini Daftar Komisaris dan Direksi BSI Hasil RUPST 2025
Kemudian, terdapat beberapa direksi baru yang juga ditunjuk, antara lain, Kemas Erwan Husainy sebagai Direktur Retail Banking, Muharto sebagai Direktur Information Technology.
Lalu, Arief Adhi Sanjaya sebagai Direktur Compliance and Human Capital dan Firman Nugraha sebagai Direktur Treasury and International Banking. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More