Moneter dan Fiskal

Puan Soroti Dampak Utang Besar Sejumlah BUMN

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan perhatian besar dalam mencermati permasalahan dampak utang pada sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik negara).

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani pada Sidang Tahunan Pembukaan Masa Persidangan I tahun sidang 2023 – 2024, Rabu, 16 Agustus 2023.

Baca juga: Imbas Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Utang, Bank Himbara Bakal Batasi Kredit ke BUMN Karya?

“DPR RI pada masa sidang ini, akan memberikan perhatian yang besar terkait dengan berbagai permasalahan yang menjadi perhatian rakyat. Salah satunya, mencermati permasalahan dampak utang sejumlah BUMN,” ujar Puan.

Oleh karena itu, kata puan, DPR RI melalui fungsi pengawasan, terus mengarahkan pada upaya untuk meningkatkan kinerja kementerian dan lembaga pemerintah, dalam menyelesaikan berbagai permasalahan rakyat.

“Sehingga rakyat merasakan kehadiran Pemerintah dalam melindungi rakyat, mempermudah kehidupan rakyat dan mensejahterakan rakyat,” katanya.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa pinjaman atau total kredit BUMN Karya kepada seluruh perbankan saat ini telah mencapai Rp46,21 triliun.

Baca juga: Nasib Saham BUMN Karya di Tengah Utang yang Jumbo

Adapun, sebelumnya Menteri BUMN, Erick Thohir menyebutkan bahwa utang atau pinjaman BUMN Karya kepada kelompok himpunan bank milik negara atau himbara telah mencapai Rp70 triliun. Sedangkan, utang BUMN Karya secara keseluruhan hingga semester I 2023 telah mencapai Rp223,7 triliun.

Beberapa jajaran BUMN Karya tersebut di antaranya adalah PT Waskita Karya yang memiliki total utang bank mencapai Rp46,53 triliun, PT PP Rp9,14 triliun, Wijaya Karya sebesar Rp6,93 triliun, dan Adhi Karya yang tercatat Rp4,17 triliun untuk utang bank tempo jangka pendek. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

20 mins ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

44 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

1 hour ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

3 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago