Nasional

Puan Ibaratkan Kekuasaan Seperti Cinta Segitiga: Kadang Patah Hati, tapi Harus Move On

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani menyebut pemerintah dalam mewujudkan harapan rakyat seringkali dihadapi masalah yang rumit bagaikan ‘cinta segitiga’.

Puan menjelaskan, ibarat ‘cinta segitiga’ itu di antara aspirasi, anggaran, dan aturan. Sehingga, pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiasa mawas diri, sebab kekuasaan sejatinya adalah untuk melayani, membantu, dan memberdayakan rakyat.

“Namun serumit-rumitnya ‘cinta segitiga’ itu, selalu ada jalan untuk menemukan solusi terbaik bagi bangsa dan negara, walaupun kadang terasa pedih, patah hati, tetapi kita harus move on,” ucap Puan dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI di Jakarta, 15 Agustus 2025.

Baca juga: INDEF Pesimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5 Persen di Akhir 2025

Tentunya mandat utama bagi seluruh aparat pemerintah, para pemegang amanat kekuasaan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, yakni menghadirkan kebijakan negara yang benar-benar melayani dan menyejahterakan rakyat.

Adapun kenyataannya seringkali rakyat yang membutuhkan kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan masyarakat harus menunggu cukup lama penyelesaian masalah dari pemerintah.

Puan menegaskan, negara harus hadir secepat mungkin dalam menyelesaikan urusan rakyat, jangan sampai rakyat harus menunggu terlalu lama.

“Tetapi bagi kita, para pemangku kekuasaan di DPR RI dan di Pemerintah membahas dan mencari solusi atas persoalan rakyat sering kali berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Akibatnya, rakyat harus menunggu. Jangan biarkan rakyat menunggu. Negara harus hadir secepat mungkin dalam menyelesaikan urusan rakyat,” imbuhnya.

Baca juga: Puan Maharani Serukan Kedaulatan dan Kemandirian RI di Tengah Gejolak Global

Sebagai informasi, dalam Pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menyelesaikan sejumlah persoalan strategi dan menyentuh langsung kepentingan rakyat, antara lain:

  • Pencabutan izin tambang di kawasan Geopark Raja Ampat
  • Penyelesaian sengketa tapal batas pulau antara Aceh dan Sumatera Utara
  • Kebijakan pembelian gabah petani dengan harga yang layak
  • Dan berbagai kebijakan lain yang dijalankan melalui program Asta Cita. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

22 mins ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

27 mins ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

4 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

9 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

13 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

13 hours ago