Jakarta – Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), Agus Purbianto menjelaskan, pihaknya akan menerbitkan perpetual bonds atau obligasi tanpa jatuh tempo sebesar Rp700 miliar pada Agustus ini.
Saat ini, proses penerbitan itu diklaim perusahaan telah mencapai tahap akhir atau finalisasi.
“Perpetual bonds sedang dalam proses legal, bisa issued Agustus ini nilainya kami sesuaikan dengan investasi minimal Rp700 miliar,” kata Agus, Senin, 7 Agustus 2017.
Sementara, untuk kupon, ia mengungkapkan perusahaan akan menetapkan tingkat bunga sebesar 9,25 persen – 9,5 persen per tahun. Untuk penyerapannya sendiri, perusahaan telah mendapat tiga investor yang akan membeli perpetual bonds tersebut.
Adapun dana yang akan diraih dari penerbitan perpetual bonds tersebut akan digunakan untuk pembiayaan investasi, infrastruktur, dan proyek energi.
Seperti diketahui, anak usaha PTPP yang bergerak dalam sektor energi baru saja melakukan akuisisi kilang minyak di kawasan Sulawesi Selatan pada Juni lalu. Namun, kepemilikan sahamnya saat ini masih sekitar 49 persen, sedangkan sisanya digenggam oleh PT Inti Perkasa.
“Ini masih proses, nantinya akan menjadi 26 persen 74 persen, kami yang 74 persen nya,” tambah Direktur EPC Abdul Haris Tatang.
Untuk mencapai itu, PTPP akan memberikan suntikan dana segar terhadap PP Energi sebesar Rp6 triliun-Rp7 triliun. Saat ini, kapasitas kilang minyak tersebut sekitar 30 ribu barel per hari.
Sekedar informasi, PP Energi menjadi salah satu anak usaha PTPP yang dipersiapkan untuk melantai di bursa atau melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
Selanjutnya, untuk rencana IPO PP Presisi juga akan dilakukan pada semester II tahun ini. Perusahaan akan melepas 35 persen saham ke publik dengan target raupan dana Rp3 triliun. (*)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More