PT PP (Persero) Tbk (PTPP)/Istimewa
Jakarta – Perusahaan konstruksi milik BUMN, PT PP Tbk (PTPP) bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meresmikan groundbreaking Pembangunan rumah susun yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Juanda dan Tanah Abang.
Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan Pembangunan program sejuta rumah dan mengurangi backlog perumahan.
Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, adapun proyek hunian TOD Juanda ini akan dilakukan Pembangunan sebanyak 2 tower yang akan menampung sebanyak 627 unit hunian diatas lahan yang akan dikembangkan seluas 5.903 meter persegi serta menelan investasi sekitar Rp300 miliar.
“Konsep hunian TOD Juanda dan Tanah Abang ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, dimana Pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni menjadi efisien karena terintegrasi langsung dengan transportasi kereta api,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Juanda Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2017.
Tumiyana menjelaskan, proyek TOD Juanda ini memiliki komposisi hunian Rusunami yang diperuntukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 171 unit dengan luasan per meter 32 meter persegi dan harga jual Rp224 juta per unit.
“Hunian MBR pada TOD Juanda memiliki rasio 36 persen terhadap luasan total semu gross area pengembangan, dimana juga akan dikembangkan Anami dan zona komersial,” tuturnya.
Dalam hunian TOD Juanda ini terdapat fasilitas swimming pool & gym, commercial area, Pedestrian elevated Walk-way, jembatan menuju parkiran, gedung parkir, Jakarta Railway Center, Stasiun Juanda, Shuttle bus drop off.
Selain terintegrasi dengan moda transportasi massal termasuk kereta api dan busway, proyek hunian TOD ini memberikan nilai tambah yang terhubung dengan fasilitas publik seperti pusat pendidikan, bisnis, perbankan, pusat pemerintahan, dan rendah sakit.
“Sehingga tidak hanya kebutuhan hunian yang terpenuhi namun juga dapat memberikan nilai tambah perekonomian baru di wilayah tersebut,” imbuh Tumiyana. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih… Read More
Poin Penting Investasi emas BPKH masih terbatas karena belum adanya pasar emas korporasi di Indonesia,… Read More
Poin Penting IHSG melemah pekan ini sebesar 1,37 persen ke level 8.951,01, seiring turunnya kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi… Read More
Poin Penting Penguatan dolar AS tidak berdampak langsung pada biaya haji, karena BPKH telah mengamankan… Read More
Poin Penting Capital outflow Rp5,96 triliun terjadi pada pekan ketiga Januari 2026 (19–22 Januari), dengan… Read More