PTPP Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp1,5 Triliun
Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berharap pada tahun depan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif, meski adanya pemberlakuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, PSAK 72 dan PSAK 73.
“Saat ini kami sedang mengkaji aspek keuangan perusahaan, aspek pasar dan aspek spending pemerintah,” kata Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat dalam acara PP Digital Construction Day International Conference & Workshop 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019.
Lukman mengatakan, di tahun depan masih agak sulit bagi perseroan untuk mencatatkan pertumbuhan hingga double digit. Ini dikarenakan adanya pemberlakuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, PSAK 72 dan PSAK 73 yang akan berdampak pada penyajian laporan keuangan sektor properti.
“Tahun depan, per 1 Januari akan berlaku PSAK 71, 72 dan 73. Kami juga memasukkan faktor proyeksi kinerja keuangan 2020. Sehingga, sampai saat ini kami belum deal mengenai RKAP 2020. Tetapi yang jelas, kinerja kami akan naik,” jelasnya.
Catatan saja, per Kuartal III-2019, laba bersih PTPP tercatat sebesar Rp544,5 miliar atau menurun dari perolehan di periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp874,7 miliar. Sedangkan, total pendapatan PTPP mencapai Rp16,06 triliun.
“Tahun depan masih berat bagi kami yang mau growth segitu. Kami tidak paksakan, lantaran juga ada (ketentuan baru) PSAK. Dikarenakan kami memiliki properti. Dan, sektor ini yang akan terkena dampak yang cukup tinggi,” papar Lukman.
Dengan demikian, ia mengharapkan kondisi perekonomian Indonesia hingga tahun depan bisa melanjutkan tren positif. (*)
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More