Perbankan

PTEN Beberkan Tren Banking 5.0 dan Banking 6.0, Seperti Apa?

Poin Penting

  • Layanan bank semakin terintegrasi dengan AI, seperti predictive finance dan predictive lending, untuk menyesuaikan layanan dengan perilaku nasabah
  • Nasabah menggunakan Agentic AI yang mampu mengambil keputusan keuangan secara mandiri, termasuk alokasi investasi dan transaksi.
  • PTEN memproyeksikan AI akan menjadi inti pengelolaan keuangan, meningkatkan efisiensi dan personalisasi layanan perbankan.

Jakarta – Perkembangan industri perbankan melesat seiring pertumbuhan teknologi. PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) memproyeksikan tren perbankan akan segera memasuki banking 5.0 dan banking 6.0

Direktur Utama PTEN, Arianto Muditomo menyebut saat ini industri perbankan masih berada di era banking 4.0, yaitu periode saat masyarakat mulai bisa dengan mudah mengakses perbankan secara digital, kapan saja dan di mana saja.

Ke depan, pria yang biasa disapa Didit ini menyebut bahwa banking 5.0 akan semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Bank akan semakin banyak menawarkan layanan berbasis AI ke nasabah.

Banking 5.0 ini era AI, tapi AI ini masih ada di posisi bank. Jadi, pengguna nantinya bermitra dengan AI. Contohnya, AI ini akan memahami perilaku, interaksi, kemudian nanti akan menawarkan produk,” terang Didit pada acara Infobank Institute bertajuk Digital “Payment & Security Outlook 2026-2030: Trends, Competitive Landscape and Forecast Insight”, di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: Teknologi AI di Sektor Keuangan Akan Geser Peran Manusia? Begini Tanggapan Bos PTEN

Sebagai contoh, banking 5.0 bisa menawarkan model “predictive finance”. Nantinya, AI bisa mempelajari kebiasaan nasabah untuk menyesuaikan layanan sesuai dengan track record mereka.

Dari sana, akan ada turunan pelayanan, misalnya, suku bunga tabungan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Ada juga model predictive lending, untuk menganalisis rekam jejak pelanggan untuk memberikan penawaran pinjaman yang cocok.

“Jadi, bank akan mengelola kehidupan finansial. Strategic positioning-nya masih di situ. (Dan) sudah lebih bagus dari era-era sebelumnya, tapi masih bank yang inisiatif untuk masuk (ke banking 5.0),” tambah Didit.

Baca juga: BI Ungkap Masih Ada Bank yang Tidak Awasi Sistem Keamanan 24/7

Didit melanjutkan, banking 6.0 akan jauh lebih futuristik. Pelayanan bank dan nasabahnya itu sendiri diproyeksikan semuanya dilakukan oleh AI. Spesifiknya, oleh agentic AI, yaitu jenis AI yang dapat secara mandiri menetapkan tujuan, merencanakan, dan melaksanakan tugas, yang minim intervensi manusia.

Nasabah bisa memanfaatkan layanan AI perbankan untuk melakukan beragam pembayaran, sampai bahkan berinvestasi. Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan Agentic AI.

“Dengan Agentic AI, dia dapat mengambil keputusan keuangan sendiri. Misalnya, ada uang Rp1 miliar. Dari Rp1 miliar ini, untuk dapat keuntungan maksimal sebaiknya sekian persen ada di deposito, sekian persen ada di pasar modal, sekian persen ada di reksa dana. Nanti dia akan memberikan formula, kemudian melakukan transaksi sendiri,” katanya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

OJK Ungkap Perkembangan Spin Off UUS Perusahaan Multifinance

Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More

1 min ago

Cek Rekening! BRI Cairkan Dividen Interim Rp20,6 Triliun Hari Ini

Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More

28 mins ago

Kasus “Sritex” Yuddy Renaldi dan Direksi BPD, Ketika Prosedur Dikriminalisasi, Bankir “Diberangus”

Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More

1 hour ago

OJK Terbitkan Aturan Penilaian Tingkat Kesehatan Sektor PPDP, Ini Poin-poinnya

Poin Penting OJK terbitkan POJK 33/2025 untuk menyempurnakan kerangka penilaian tingkat kesehatan sektor perasuransian, penjaminan,… Read More

2 hours ago

IASC Selamatkan Dana Korban Scam Rp402,5 Miliar hingga Akhir 2025

Poin Penting IASC menerima 411.055 laporan scam dengan total kerugian Rp9 triliun dan berhasil menyelamatkan… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,46 persen ke level 9.074,10 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

3 hours ago