Direktur Utama PTEN, Arianto Muditomo, dalam acara Infobank Institute bertajuk Digital "Payment & Security Outlook 2026-2030: Trends, Competitive Landscape and Forecast Insight", di Jakarta, Kamis, 20 November 2025. (Foto: Zaenal
Poin Penting
Jakarta – Perkembangan industri perbankan melesat seiring pertumbuhan teknologi. PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) memproyeksikan tren perbankan akan segera memasuki banking 5.0 dan banking 6.0
Direktur Utama PTEN, Arianto Muditomo menyebut saat ini industri perbankan masih berada di era banking 4.0, yaitu periode saat masyarakat mulai bisa dengan mudah mengakses perbankan secara digital, kapan saja dan di mana saja.
Ke depan, pria yang biasa disapa Didit ini menyebut bahwa banking 5.0 akan semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Bank akan semakin banyak menawarkan layanan berbasis AI ke nasabah.
“Banking 5.0 ini era AI, tapi AI ini masih ada di posisi bank. Jadi, pengguna nantinya bermitra dengan AI. Contohnya, AI ini akan memahami perilaku, interaksi, kemudian nanti akan menawarkan produk,” terang Didit pada acara Infobank Institute bertajuk Digital “Payment & Security Outlook 2026-2030: Trends, Competitive Landscape and Forecast Insight”, di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Baca juga: Teknologi AI di Sektor Keuangan Akan Geser Peran Manusia? Begini Tanggapan Bos PTEN
Sebagai contoh, banking 5.0 bisa menawarkan model “predictive finance”. Nantinya, AI bisa mempelajari kebiasaan nasabah untuk menyesuaikan layanan sesuai dengan track record mereka.
Dari sana, akan ada turunan pelayanan, misalnya, suku bunga tabungan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Ada juga model predictive lending, untuk menganalisis rekam jejak pelanggan untuk memberikan penawaran pinjaman yang cocok.
“Jadi, bank akan mengelola kehidupan finansial. Strategic positioning-nya masih di situ. (Dan) sudah lebih bagus dari era-era sebelumnya, tapi masih bank yang inisiatif untuk masuk (ke banking 5.0),” tambah Didit.
Baca juga: BI Ungkap Masih Ada Bank yang Tidak Awasi Sistem Keamanan 24/7
Didit melanjutkan, banking 6.0 akan jauh lebih futuristik. Pelayanan bank dan nasabahnya itu sendiri diproyeksikan semuanya dilakukan oleh AI. Spesifiknya, oleh agentic AI, yaitu jenis AI yang dapat secara mandiri menetapkan tujuan, merencanakan, dan melaksanakan tugas, yang minim intervensi manusia.
Nasabah bisa memanfaatkan layanan AI perbankan untuk melakukan beragam pembayaran, sampai bahkan berinvestasi. Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan Agentic AI.
“Dengan Agentic AI, dia dapat mengambil keputusan keuangan sendiri. Misalnya, ada uang Rp1 miliar. Dari Rp1 miliar ini, untuk dapat keuntungan maksimal sebaiknya sekian persen ada di deposito, sekian persen ada di pasar modal, sekian persen ada di reksa dana. Nanti dia akan memberikan formula, kemudian melakukan transaksi sendiri,” katanya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More