PTBA Catat Kenaikan Pendapatan 4 Persen di Semester I 2025

Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai anggota holding BUMN Pertambangan MIND ID, berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp20,45 triliun pada semester I 2025 atau naik 4 persen dari Rp19,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tentunya hal tersebut mencerminkan bahwa Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan, volume produksi, dan penjualan di tengah tantangan pasar global.

Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan aset perusahaan sebesar 2 persen dari Rp41,79 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp42,68 triliun per 30 Juni 2025.

Baca juga: Soal Pembagian Dividen, Bukit Asam (PTBA) Masih Pertimbangkan Hal Ini

Direktur Keuangan PTBA, Una Lindasari mengatakan, meski menghadapi kondisi pasar yang menantang, PTBA tetap berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp833,05 miliar dengan EBITDA mencapai Rp2,20 triliun. 

Pencapaian tersebut didorong oleh kinerja operasional yang lebih baik di sepanjang semester I 2025.

“Ke depan, PTBA akan terus mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja aset, serta memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan,” ujar Una dalam Public Expose di Jakarta, Kamis, 11 September 2025.

Produksi dan Penjualan Meningkat

Diketahui, volume produksi batu bara PTBA mencapai 21,73 juta ton atau meningkat 16 persen dari 18,76 juta ton pada semester II 2024. 

Kemudian total penjualan Batu bara PTBA pada Januari hingga Juni 2025 mencapai 21,62 juta ton, meningkat 8 persen dibandingkan 20,05 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Bukit Asam Cetak Rekor Penjualan Selama Semester I 2024

Adapun, komposisi penjualan tersebut terdiri dari 54 persen untuk pasar domestik dan 46 persen untuk ekspor. 

Meskipun terjadi penurunan permintaan dari pasar ekspor utama seperti China, PTBA tetap berhasil menjaga kinerja penjualan dengan memperluas jangkauan ekspor ke negara-negara seperti Bangladesh, India, Vietnam, Filipina, dan Thailand. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

8 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

8 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

9 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

14 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

14 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

15 hours ago