News Update

PT Rintis Sejahtera Siap Gelar Prima Executive Gathering 2025

Poin Penting

  • RINTIS melalui Prima Executive Gathering 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat sistem keamanan pembayaran nasional di tengah meningkatnya ancaman digital berbasis AI dan komputasi kuantum.
  • Acara ini menjadi ajang sinergi regulator, asosiasi, dan pelaku industri pembayaran untuk membahas standar keamanan, serta pembentukan task force PQC.
  • RINTIS mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dengan mendorong inovasi, resiliensi, dan peluang bisnis baru melalui diskusi strategis dan PRIMA Awards bagi mitra berprestasi.

Jakarta – Di era transformasi digital yang kian pesat dan sangat berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, PT Rintis Sejahtera (RINTIS), pengelola layanan switching Jaringan PRIMA dan sebagai salah satu pilar infrastruktur sistem pembayaran nasional, kembali mempertegas komitmennya melalui acara Prima Executive Gathering 2025.

RINTIS mengajak seluruh pelaku industri keuangan untuk memperkuat sinergi, resiliensi, dan tata kelola sistem pembayaran yang berkelanjutan.

Prima Executive Gathering terbagi ke dalam dua rangkaian acara yakni PRIMA Executive Meeting dan PRIMA Awards.

Rangkaian acara Prima Executive Gathering 2025 akan diselenggarakan pada Kamis, 23 Oktober 2025, di The Mulia Resort, Bali dengan tema “Beyond Resilience: Accelerating Impact – Progressive Growth.”

Tema ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat ketahanan siber melalui kolaborasi dan inovasi, sehingga mampu mempercepat dampak nyata bagi industri serta mendorong pertumbuhan yang progresif dan berkelanjutan.

Baca juga: Gandeng 13 Mitra Perbankan, Rintis Luncurkan Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) bank maupun non-bank dalam menghadapi ancaman digital yang kian canggih serta memanfaatkan peluang pertumbuhan di era transformasi.

“Kita menghadapi kejahatan digital yang sudah bertransformasi menjadi ekosistem terorganisasi. Mereka memiliki sumber daya, pola, bahkan kemampuan untuk menargetkan institusi keuangan. Karena itu, resiliensi tidak bisa dibangun sendiri. Harus ada kolaborasi lintas lembaga, antara pelaku industri dan regulator, untuk memperkuat sistem keamanan pembayaran,” ujar Direktur Utama PT Rintis Sejahtera, Iwan Setiawan.

Sebagai sistem Financial Market Infrastructure (FMI), RINTIS menilai sistem pembayaran nasional tidak hanya berperan sebagai jembatan transaksi, tetapi juga urat nadi perekonomian digital.

Penguatan ketahanan siber dan investasi keamanan menjadi langkah mendesak agar infrastruktur nasional tetap tangguh di tengah peningkatan risiko kejahatan digital berbasis artificial intelligence dan eksploitasi data.

Dalam PRIMA Executive Meeting, RINTIS menghadirkan dua narasumber internasional dari FIME International, James Daniels dan Neil McEvoy, yang akan membawakan materi bertajuk “Payment System Sustainable Resilience and Business Opportunity Creation” serta “A Race Against Post-Quantum Cryptography.”

Kedua materi ini memperdalam pemahaman bahwa masa depan keamanan digital tidak lagi sebatas mengganti kata sandi, tetapi mengandalkan sistem enkripsi berbasis kuantum yang mampu melindungi data dari serangan generasi baru.

Sesi ini akan mempertegas dampak Post-Quantum Cryptography (PQC) terhadap keamanan transaksi, yaitu mekanisme baru dalam enkripsi data untuk menghadapi potensi ancaman komputasi kuantum yang dapat membobol sistem keamanan tradisional.

Kedua sesi ini pada dasarnya akan  memberikan perspektif resiliensi ekosistem dan pengembangan bisnis sistem pembayaran kepada seluruh peserta dengan mengambil sudut pandang/paradigma dari sistem pembayaran di berbagai negara lain.

Selain itu, salah satu sesi utama dalam Prima Executive Gathering 2025 adalah panel diskusi bertema “Balancing the Resilience Challenges vs Potential New Business Creation.”

Sesi ini akan menampilkan para pemimpin industri, seperti Santoso (Ketua Umum ASPI dan Direktur BCA), Anika Faisal (Sekjen Perbanas), Corina Leyla Karnalies (Direktur BNI), Kaspar Situmorang (Group Head Digital Innovation BRI), Timothy Utama (Direktur Bank Mandiri), dan Vince Iswara (CEO DANA), yang akan dipandu oleh Abraham J. Adriaansz, Wakil Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera.

Diskusi ini akan membahas tantangan nyata industri sistem pembayaran nasional, seperti peningkatan serangan siber yang terus meningkat di tengah kebutuhan investasi teknologi yang berkelanjutan.

Para panelis akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memastikan transformasi yang optimal yakni bagaimana industri dapat tetap tumbuh dan berinovasi di tengah kewajiban memperkuat ketahanan digital.

Beberapa poin penting yang dibahas mencakup pentingnya standarisasi keamanan minimum, pembentukan task force nasional untuk mitigasi PQC, hingga memperkuat perlindungan konsumen dan keandalan sistem pembayaran lintas negara.

Sebagai bagian penutup dari rangkaian acara Prima Executive Gathering 2025, PRIMA Awards akan menjadi ajang penghargaan bagi mitra Jaringan PRIMA yang berkontribusi terhadap kemajuan industri sistem pembayaran nasional. 

Baca juga: Jumlahnya Terus Menurun, Rintis Ungkap Peluang ATM untuk Berevolusi

Menurut Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group, proses penilaian dilakukan secara independen oleh Biro Riset Infobank berdasarkan kinerja perusahaan.

“Infobank telah menyusun metodologi pemeringkatan, dan melakukan penilaian berbasis kinerja perusahaan, hingga terpilih mitra-mitra Jaringan PRIMA dengan kinerja terbaik tahun ini,” ujar Eko B. Supriyanto.

Melalui forum ini, RINTIS menegaskan dukungannya terhadap Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang digagas oleh Bank Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi, RINTIS mengajak seluruh pelaku industri untuk memperkuat ketahanan digital, menciptakan peluang pertumbuhan baru, dan menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional agar tetap kokoh menghadapi disrupsi global.

“Resiliensi adalah keharusan. Namun di balik setiap tantangan, selalu ada peluang untuk tumbuh bersama,” tutup Iwan. (*) DW

Galih Pratama

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

9 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

10 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

13 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

14 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

14 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

15 hours ago