PT INKA Terus Genjot Ekspor Kereta ke Luar

Jakarta – PT INKA (Industri Kereta Api) Indonesia sebagai satu-satunya pabrik produksi kereta api di Indonesia dan Asean tengah giat melakukan ekspor kereta ke beberapa negara di dunia. PT Inka telah menunjukkan ‘taringnya’ dengan memproduksi kereta buatan lokal untuk beberapa negara di dunia.

Dirut PT INKA Budi Noviantoro menyatakan, beberapa negara yang menerima impor dari Indonesia diantaranya Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia.  Bangladesh saat ini sedang proses untuk pengiriman kereta tipe meter gauge (MG) dengan jumlah 250 kereta penumpang. Sementara, Filipina sudah memesan 3 lokomotif dan 15 kereta.

“Untuk Filipina, rencana pengiriman tahap awal bulan Desember 2019, dan sekarang ini progress masih di pemotongan material untuk carbody,” ujarnya pada acara Ngopi BUMN di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Menurutnya, ekspor INKA pun telah dikembangkan sampai ke Sri Lanka dan beberapa negara di Afrika seperti Mali dan Kamerun. Bahkan, selain itu, pihaknya telah membentuk suatu organisasi khusus untuk menangani proses ekspor ini yang dinamai Indonesia and Corporated. Untuk di pasar Asean, diberi nama Indonesia Traffic Development Consortium, dan untuk di Afrika, PT INKA disupport oleh PT KAI.

Sementara untuk di Sri Lanka, lanjut dia, sebenarnya sudah hampir deal, namun kemudian ada gonjang ganjing politik dan masalah keamanan berupa teror bom, sehingga ada sedikit terhalang. Akan tetapi pihaknya optimis akan kembali berlanjut ketika kondisi di sudah stabil. PT INKA hanya tinggal tanda tangan kontrak dengan pihak Sri Lanka.

“Yaa mudah-mudahan Oktober atau November ini bisa. Dan dengan Sri Lanka ini saya optimis bisa dapat 50 juta dolar dengan pengiriman hampir 100 kereta,” tambahnya. (*) Steven

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

18 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago