News Update

PSBB DKI Jakarta Bakal Gerus Pertumbuhan Kredit

Jakarta – Penyaluran kredit perbankan diprediksi akan tertekan akibat diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Total mulai 14 September 2020. Pertumbuhan kredit yang sudah mulai membaik secara industri pada Juli 2020 diprediksi akan kembali tertekan pada September atau pada kuartal III-2020, terlebih untuk kredit di wilayah DKI Jakarta.

“Tentu saja PSBB akan menekan pertumbuhan kredit khususnya di DKI Jakarta. Kegagalan PSBB DKI Jakarta itu sudah semestinya menjadi cambuk bagi Kepala Daerah untuk melakukan aturan itu dengan ketat,” kata Pengamat Perbankan Paul Sutaryono kepada infobanknews di Jakarta, Jumat 11 September 2020.

Meski begitu, Paul berharap Pemerintah selalu hadir ditengah masyarakat dengan berbagai kebijakan agar mendorong konsumsi masyarakat. Terlebih sektor jasa keuangan masih terus beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.

“Government spending perlu diperderas tentunya hal itu bertujuan untuk mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga,” tambahnya.

Senada dengan Paul, Ekonom yang juga Staf Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan Kiryanto mengatakan, kredit konsumsi wilayah DKI Jakarta akan sangat tertekan meskipun beberapa sektor lain masih terus beroperasi.

Meski begitu menurutnya sektor kredit produktif masih akan berjalan seperti biasanya baik di Jakarta maupun daerah lain. Terlebih, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta hanya 17% secara nasional.

“Total PDRB DKI Jakarta itu sumbangan ke PDB itu hanya 17% , jadi masih ada 83% total PDRB di provinsi yang lain,” tambah Ryan.

Sebagai informasi saja, secara industri, berdasarkan data OJK kredit mulai membaik tercermin dari pertumbuhan kredit pada Juli 2020 sebesar 1,53%, dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Juni 2020 sebesar 1,49%. Namun, pertumbuhan kredit cenderung semakin melambat akibat penerapan kebijakan PSBB yang dimulai April lalu. Dimana pertumbuhan kredit pada Mei 2020 sebesar 3,04%, lebih rendah dari April 2020 sebesar 5,73%. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

41 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago