PSAT dan ASPR Resmi Tercatat di BEI, Saham Langsung Menguat

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan dua perusahaan baru, yakni PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), Selasa, 8 Juli 2025.

Pascapencatatan saham di BEI, kedua emiten tersebut mengalami penguatan harga. Saham PSAT tercatat menyentuh level auto rejection atas (ARA), atau naik 25 persen ke posisi Rp1.125 dari harga penawaran awal sebesar Rp900 per saham.

PSAT, yang menjadi perusahaan tercatat ke-15 pada tahun ini, mencatatkan volume perdagangan sebanyak 2.459 saham, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 579 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp276,64 juta.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Sederet Saham Ini

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan batu bara, nikel, dan pupuk, PSAT berhasil menghimpun dana sebesar Rp200,11 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebagai setoran modal anak usaha sebesar Rp175 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan untuk modal kerja.

Sementara itu, saham ASPR yang menjadi perusahaan tercatat ke-16, juga mencatatkan penguatan sebesar 12,1 persen ke level Rp129 per saham dari harga penawaran awal Rp124.

Saham ASPR telah diperdagangkan sebanyak 1,51 juta saham, dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 17 ribu kali, dan total nilai transaksi senilai Rp21,53 miliar.

Baca juga: BEI Targetkan Izin Liquidity Provider untuk Anggota Bursa Terbit Bulan Depan

Adapun ASPR yang bergerak di bidang industri barang plastik untuk pengemasan, berhasil meraih dana segar sekitar Rp100,68 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin senilai Rp46,62 miliar dan sisanya untuk modal kerja. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

5 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

6 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

6 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

16 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

17 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

18 hours ago