Peluncuran produk asuransi jiwa PRUMapan oleh Prudential Indonesia, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Reggy P)
Poin Penting
Jakarta – Prudential Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional PRUMapan yang ditujukan untuk membantu perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda seperti milenial dan generasi Z.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan bahwa peluncuran produk ini didorong meningkatnya kebutuhan perlindungan finansial di kalangan anak muda, seiring maraknya fenomena “generasi sandwich”.
Survei dari YouGov pada 2024 menunjukkan, sekitar 41 juta masyarakat masuk kategori generasi sandwich. Sebanyak 53 persen di antaranya berasal dari kalangan milenial, dan 26 persen generasi Z.
“Dari data tersebut, yang menjadi concern Itu adalah bahwa beban finansial yang harus ditanggung itu makin lama, makin tinggi. Dan bukan hanya dari sisi finansialnya saja. Finansial itu satu aspek. Tapi, selain menanggung beban finansial itu, pastinya ada juga beban dari sisi mental,” terang Karin pada Rabu, 25 Februari 20026.
Kondisi ini membuat banyak anak muda harus membagi penghasilan untuk menopang lebih dari satu generasi. Di sisi lain, Karin menyebut, kesadaran perencanaan keuangan sebenarnya mulai meningkat
Survei internal perusahaan menunjukkan 82 persen anak muda sudah memikirkan perencanaan keuangan dan 88 persen ingin memiliki perlindungan untuk masa depan. Namun, sebagian besar masih ragu memulai karena belum memahami produk yang tepat dan cara mempersiapkan perlindungan finansial sejak dini.
“(Misal), pencanaan untuk hari tua itu rata-rata baru dimulai di usia 38 tahun. Sedangkan, ekspektasi pensiun atau bisa berhenti kerja Itu di umur 53 tahun. Jadi artinya, waktu mulai planning-nya mepet,” lanjut Karin.
Baca juga: Sasar Nasabah Affluent, Prudential dan Standar Chartered Luncurkan PRUTreasure Dollar
Karin mendorong generasi muda agar merencanakan keuangan lebih awal. Harapannya yakni supaya mereka tetap dapat membantu keluarga tanpa mengorbankan masa depannya.
Maraknya fenomena ini juga yang mendorong Prudential Indonesia menghadirkan PRUMapan, yang dirancang untuk mendorong masyarakat mulai melakukan perlindungan sejak usia produktif.
Chief Strategy & Transformation Officer Prudential Indonesia, Yolanda Yasinta, menjelaskan PRUMapan dirancang untuk membantu perencanaan finansial secara terstruktur. Produk ini menawarkan manfaat dana tahunan yang mulai dibayarkan setelah pemegang polis memasuki usia 55 tahun.
“Pemilik polis sudah tahu, ketika nanti mereka sudah berusia 55 tahun, akan mulai keluar manfaat dana manfaat setiap selama 21 kali sampai dengan usia 75 tahun. (Dan) besarannya ini hingga 5,8 kali dari premi tahunan,” jelas Yolanda.
Baca juga: Jurus Prudential Syariah Genjot Pertumbuhan Nasabah
PRUMapan juga menyediakan fleksibilitas bagi pemegang polis, termasuk opsi mempercepat pencairan manfaat atau menyesuaikan besar pembayaran sesuai kebutuhan. Fitur tersebut ditujukan untuk menyesuaikan perubahan kondisi keuangan nasabah.
Selain manfaat hidup, produk ini juga menyediakan perlindungan jiwa dengan pembayaran manfaat meninggal dunia apabila terjadi risiko. Pembayaran manfaat akan bertambah apabila risiko terjadi akibat kecelakaan.
Premi produk ini ditujukan agar lebih terjangkau bagi generasi muda, dengan besaran mulai sekitar Rp200.000 per bulan dan dapat diikuti sejak usia 19 tahun. Besar manfaat yang diterima menyesuaikan usia masuk serta pilihan premi.
“Semakin muda kita mulai membeli produk PRUMapan, besaran manfaat ke depan yang akan kita terima ini akan semakin tinggi. Jadi semakin muda dan semakin early kita melakukan perencanaan keuangan, maka nanti manfaatnya juga akan semakin besar,” tegasnya.
Baca juga: MES dan Prudential Bersinergi Wujudkan Ekonomi Inklusif bagi Perempuan
Prudential Indonesia berharap produk ini dapat membantu masyarakat merencanakan masa depan finansial sejak dini, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya perlindungan jiwa di tengah ketidakpastian ekonomi. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More