Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar as pada hari ini (18/11) dibuka pada posisi Rp14.062/US$. Posisi tersebut menguat 0,05% dibandingkan perdagangan sebelumnya, Rp14.110/US$.
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan, pergerakan pasar Asia di instrumen keuangan sangat beragam ada yang positif dan ada yang negatif. Menurutnya, sentimen positif datang karena laporan pengembangan vaksin covid-19.
“Namun perkembangan vaksin juga tertutupi oleh kekhawatiran pasar soal peningkatan kasus covid-19 yang bisa memicu pelambatan pemulihan ekonomi,” kata Ariston di Jakarta, Rabu 18 November 2020.
Dari dalam negeri, sentimen masih positif, di antaranya proyeksi pertumbuhan ekonomi RI yang positif di kuartal ke-empat oleh Bank Indonesia (BI). Proyeksi itu mengindikasikan BI akan menahan suku bunga acuannya sehingga tingkat imbal hasil aset rupiah masih menarik di mata investor.
“Sentimen positif dalam negeri tersebut mungkin bisa menahan sentimen negatif dari eksternal. Rupiah mungkin masih bisa menguat hari ini kisaran Rp14.000/US$ hingga Rp14.150/US$,” tukas Ariston.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (18/11) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.118/US$ terlihat melemah dari posisi Rp14.073/US$ pada perdagangan kemarin (17/11). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More