“Kami optimistis sekali PINA dapat mendorong permintaan dan penawaran dalam investasi infrastruktur akan menjadi besar,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah optimistis bahwa PINA juga dapat membantu mengakselerasi pembangunan nasional, bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi bisa terus berkelanjutan ke depannya.
Baca juga: Kolaborasi Pemerintah-Swasta Mutlak Demi Infrastruktur
“Tentu kelak PINA bukan hanya semata-mata memberikan suntikan dana swasta kepada proyek infrastruktur nasional, tetapi jauh ke depan untuk menciptakan permintaan dan penawaran untuk investasi yang pada akhirnya bisa menaikan ekonomi,” sambung Bambang.
Pproyek PINA yang pertama telah berhasil memfasilitasi pembangunan 15 ruas jalan tol dengan total aset mencapai Rp70 triliun.
Tercatat pada saat ini pemerintah berhasil mempertemukan investor dari PT Taspen yang memasukkan investasi ekuitas langsung sebesar Rp2 triliun dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)yang juga memasukkan investasi ekuitas langsung sebesar Rp1,5 triliun ke dalam proyek yang dikelola oleh PT Waskita Toll Road. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting KPPU menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada penyelenggara pindar atas pelanggaran penetapan bunga.… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More