“Kami optimistis sekali PINA dapat mendorong permintaan dan penawaran dalam investasi infrastruktur akan menjadi besar,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah optimistis bahwa PINA juga dapat membantu mengakselerasi pembangunan nasional, bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi bisa terus berkelanjutan ke depannya.
Baca juga: Kolaborasi Pemerintah-Swasta Mutlak Demi Infrastruktur
“Tentu kelak PINA bukan hanya semata-mata memberikan suntikan dana swasta kepada proyek infrastruktur nasional, tetapi jauh ke depan untuk menciptakan permintaan dan penawaran untuk investasi yang pada akhirnya bisa menaikan ekonomi,” sambung Bambang.
Pproyek PINA yang pertama telah berhasil memfasilitasi pembangunan 15 ruas jalan tol dengan total aset mencapai Rp70 triliun.
Tercatat pada saat ini pemerintah berhasil mempertemukan investor dari PT Taspen yang memasukkan investasi ekuitas langsung sebesar Rp2 triliun dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)yang juga memasukkan investasi ekuitas langsung sebesar Rp1,5 triliun ke dalam proyek yang dikelola oleh PT Waskita Toll Road. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More
Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More
Poin Penting KPK mengingatkan PT Aneka Tambang Tbk agar berhati-hati dalam membeli hasil tambang rakyat… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More