Jakarta — Dalam memajukan UMKM, setidaknya ada tiga pilar penting yaitu 3P, Pembinaan, Pengembangan, dan Proteksi. CEO BRI Insurance (BRINS) Fankar Umran mengajak setiap masyarakat khususnya para pelaku bisnis UMKM untuk lebih menyadari pentingnya perlindungan risiko pada masing-masing usaha. Selain pertumbuhan dan ekspansi, proteksi usaha juga menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan mendirikan usaha.
“Kadang kita lupa akan faktor proteksi sebagai salah satu pilar dalam memajukan UMKM. Kalau UMKM bisa berkembang, namun tidak terproteksi, bisa saja kolaps ketika terpapar risiko. Apalagi pada UMKM di kelas mikro dan ultra mikro yang rata-rata berada pada ekonomi pas-pasan,” ujar Fankar ketika diwawancarai pada Kamis (6/7/2021).
Ketika dihadapkan para risiko, Ia menyebut umumnya para pelaku industri UMKM tidak punya dana cadangan untuk membangun kembali usahanya. Sehingga, sebagian besar pengusaha-pengusaha kecil tersebut tidak bisa bangkit dari musibah yang sedang terjadi.
Fankar menyebut, kolapsnya usaha akibat risiko yang datang secara tiba-tiba bisa diatasi dengan asuransi mikro.
Fankar juga menjelaskan, premi asuransi mikro sangat kecil dan murah namun bisa memberikan perlindungan ketika dibutuhkan. Direktur Utama BRINS ini mencontohkan, dengan membayar Rp50 ribu saja dalam setahun, asuransi bisa memberikan santunan hingga Rp15 juta jika terjadi musibah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai berpikir tentang proteksi. Tidak hanya pertumbuhan dan ekspansi usaha. Dalam situasi pandemi, masyarakat sudah semakin aware, hanya tinggal diperdalam saja,” tukasnya.
BRINS mengklaim akan terus menjangkau lebih banyak nasabah di level mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Fankar, ada 2 cara yang bisa dilakukan oleh BRINS, yaitu cara konvensional dan cara digital. Menjangkau nasabah secara digital nantinya akan dibantu oleh agen laku pandai yang terdaftar pada aplikasi BRINS Agent.
“Ada lebih dari 1 juta agen bank. Kalau agen ini bisa kita manfaatkan untuk menjangkau nasabah, bayangkan ada berapa nasabah yang bisa kita jangkau. Sangat mungkin sekali kita berkontribusi pada financial inclusion,” ungkapnya. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More