Market Update

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting

  • Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data ekonomi masih menantang.
  • Pertumbuhan ekonomi diproyeksi naik ke 5,3%, dengan kunci pada keselarasan kebijakan moneter dan fiskal.
  • Saham komoditas dan telekomunikasi jadi penggerak utama, seiring naiknya harga emas dan ekspansi ekonomi digital.

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek pasar saham domestik pada 2026 tetap konstruktif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 10.500.

Target tersebut didukung ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan potensi kebijakan yang lebih akomodatif.

Chief Economist and Head of Research Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menyampaikan target tersebut sejalan dengan pergerakan IHSG yang menunjukkan tren positif sejak awal 2026, melanjutkan momentum dari tahun sebelumnya.

“Menariknya, penguatan IHSG di awal 2026 terjadi di tengah data ekonomi yang relatif kurang menggembirakan, mulai dari inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah, hingga defisit fiskal yang melebar akibat penerimaan pemerintah yang masih lemah,” ucap Rully dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Selain itu, tekanan eksternal masih membayangi pasar keuangan domestik.

Sentimen risk- off global mendorong penguatan indeks Dolar AS (DXY) yang berdampak pada depresiasi nilai tukar rupiah. Rupiah bahkan pertama kalinya ditutup di atas level 16.800 per dolar AS sejak April 2025.

Kondisi tersebut membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.

Kombinasi inflasi yang tinggi dan depresiasi rupiah menyebabkan Bank Indonesia (BI) memiliki ruang yang sempit untuk menurunkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20-21 Januari 2026.

“Dalam jangka pendek, arah kebijakan moneter akan sangat berhati-hati. Namun, pasar saham tetap bergerak positif karena pelaku pasar melihat prospek ekonomi yang lebih baik ke depan, terutama jika kebijakan moneter dan fiskal dapat diselaraskan,” imbuhnya.

Proyeksi Ekonomi dan Peran Kebijakan Fiskal

Menurutnya, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5,3 persen pada 2026, dari 5,1 persen pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut dinilai sangat bergantung pada efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong belanja produktif dan menjaga kesinambungan pertumbuhan.

“Keselarasan kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung target IHSG 10.500. Jika likuiditas terjaga dan stimulus fiskal berjalan efektif, pasar akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” ujar Rully.

Baca juga: IHSG Sesi I Hijau di 9.046, Sempat Cetak ATH Baru

Saham Komoditas dan Telekomunikasi Jadi Penopang

Adapun dari sisi sektoral, penguatan IHSG sejak awal tahun didorong saham-saham komoditas dan pertambangan seperti AMMN, BUMI, BYAN, dan BRMS. Tren ini berpotensi berlanjut seiring penguatan harga komoditas, khususnya emas, di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Selain komoditas, sektor telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi juga berpotensi menjadi pendorong IHSG, didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan investasi jaringan yang berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Satu Tahun Danantara: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia

Poin Penting Danantara Indonesia merayakan satu tahun berdiri melalui refleksi kelembagaan yang dihadiri Presiden Prabowo… Read More

3 mins ago

Purbaya Tanggapi Investigasi Dagang AS: Surplus Indonesia Hal Wajar

Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More

1 hour ago

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Energi, Pengamat Minta Publik Tak Panic Buying BBM

Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More

1 hour ago

Transaksi Emas KTA iB Multiguna Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah Permata Bank

Poin Penting Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Unit Usaha… Read More

2 hours ago

Soal Defisit APBN di Atas 3 Persen, Purbaya Masih Hitung Dampaknya

Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More

2 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun di Februari 2026

Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More

2 hours ago