Jakarta–Studi Mastercard bertajuk Indeks Kepercayaan Konsumen (Mastercard Index of Consumer Confidence) memaparkan, tingkat kepercayaan konsumen secara keseluruhan di kawasan Asia Pasifik tetap berada dalam zona optimis dengan skor sebesar 66,9 poin, atau mengalami peningkatan dari enam bulan sebelumnya diangka 62,7 poin.
Peningkatan sebesar 4,2 poin tersebut utamanya didorong oleh adanya prospek positif terhadap kenaikan Pasar Saham (Stock Market) yang meningkat sebesar 7,3 poin serta Ketenagakerjaan (Employment) yang naik sebesar 5,1 poin.
Sedangkan pada sentimen konsumen tetap stabil di 11 negara Asia Pasifik dengan skor kurang lebih naik atau turun sekitar 5 poin dibandingkan dengan survei sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh ekspektasi yang besar terhadap kinerja perekonomian setiap negara.
Pada negara Indonesia sendiri tercatat tetap berada pada zona optimis, dengan kenaikan sebesar 4,0 poin dari enam bulan lalu menjadi 74,8 poin. Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan yang cukup signifikan pada komponen ketenagakerjaan.
Sedangkan di Korea Selatan, peningkatan terbesar pada kepercayaan konsumen dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Pasifik. Tingkat optimisme di Korea Selatan berada pada puncak tertinggi sejak tahun 1995, dan peningkatan sentimen yang sangat besar telah mendorong negara tersebut dari zona pesimis menjadi sangat optimis selama enam bulan terakhir.
Tren ini juga terlihat pada Singapura dan Malaysia yang menunjukkan lonjakan yang cukup besar dalam hal kepercayaan konsumen.
Sementara itu, India tetap berada pada zona sangat optimis dengan 86,0 poin, meskipun tercatat sebagai negara dengan penurunan terbesar di kawasan Asia Pasifik, yakni sebesar 9,3 poin.
Sedangkan di Myanmar, sentimen konsumen juga menunjukkan adanya sedikit penurunan sebanyak 6 poin. Berdasarkan indeks tersebut, tingkat pesimisme terhadap Kualitas Kehidupan (Quality of Life) merupakan faktor utama yang mendorong penurunan kepercayaan di India dan Myanmar.
Penelitian MasterCard Index™ Consumer Confidence sendiri memiliki rekam jejak 20 tahun tentang indeks kepercayaan konsumen yang dikumpulkan melalui lebih dari 200.000 interview yang tidak tertandingi baik dari segi cakupan maupun sejarahnya di seluruh Asia Pasifik.
Tercatat antara bulan April hingga Juni 2017, sebanyak 9.153 responden berusia 18 hingga 64 tahun di 18 negara di Asia Pasifik diminta untuk memberikan pandangannya mengenai lima faktor perekonomian untuk kurun waktu enam bulan ke depan, termasuk kondisi Ekonomi (Economy), prospek Ketenagakerjaan (Employment prospects), prospek Pendapatan Rutin (Regular Income prospects), Pasar Saham (Stock Market) dan Kualitas Hidup (Quality of Life).
Indeks tersebut dihitung pada skala 0 sampai 100, dengan nol diartikan sebagai tingkat yang sangat pesimis, sementara 100 sebagai yang sangat optimis dan skor antara 40 hingga 60 sebagai netral. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More