Ilustrasi: Asuransi kendaraan bermotor. (Foto: istimewa)
Jakarta – Industri asuransi kendaraan di Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah perlambatan pertumbuhan pasar otomotif.
Presiden Direktur Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz mengungkapkan, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Eric menyebutkan bahwa salah satu faktor utama yang memengaruhi industri asuransi kendaraan adalah melambatnya pertumbuhan penjualan mobil dari tahun ke tahun.
“Kita lihat bahwa tahun demi tahun angka penjualan mobil sebenarnya tidak benar-benar tumbuh,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.
Baca juga: 3 Lini Bisnis Ini Dominasi Pendapatan Sompo Insurance di 2024
Menurutnya, perbaikan infrastruktur serta meningkatnya penggunaan transportasi publik dan layanan ride-hailing menjadi faktor signifikan dalam tren ini.
“Banyak anak muda sekarang yang lebih memilih menggunakan transportasi umum atau layanan seperti Grab daripada membeli mobil sendiri,” ungkap Eric.
Tren ini berdampak langsung pada industri asuransi kendaraan bermotor, yang diperkirakan tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam jangka panjang.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke transportasi publik, permintaan akan asuransi kendaraan pribadi cenderung stagnan atau bahkan menurun.
Baca juga: Laba Bersih Sompo Insurance Naik 35 Persen jadi Rp100,9 Miliar di November 2024
Meskipun demikian, perusahaan asuransi kendaraan masih memiliki peluang untuk beradaptasi dengan kondisi pasar. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More