Categories: Nasional

Proses Izin Berbelit Lemahkan Daya Saing Ekspor

Jakarta – Proses perizinan dan birokrasi yang dianggap terlalu berbelit, dinilai menjadi faktor utama yang melemahkan daya saing ekspor Indonesia untuk produk industri hasil hutan di tingkat internasional.

“Masih banyak izin dan birokrasi yang membuat daya saing perdagangan kita tidak maksimal,” ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Perniagaan dan Industri, Edy Putra Irawady, di Jakarta, Senin, 7 Maret 2016.

Namun demikian, kata dia, dalam bisnis terkait jasa juga harus memiliki standar, begitu pula dengan proses perizinan maupun birokrasi. “Sekarang yang sedang menjadi sorotan ialah SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu),” tukasnya.

Menurutnya, saat ini penolakan sejumlah negara maju terhadap ekspor hasil industri hutan Indonesia, karena tidak adanya standar baku. Bahkan, persoalan ekspor hasil hutan tersebut juga diperparah oleh maraknya duplikasi perizinan.

Dia mengungkapkan, pada dasarnya peningkatan daya saing global ditentukan oleh efisiensi, inovasi dan penciptaan produk untuk kebaikan publik. “Tantangan kita, pelayanan publik kita tidak terstandar. Tetapi, perilaku publik tidak perlu diatur melalui peizinan,” ucapnya.

Sementara untuk dapat meningkatkan daya saing perdagangan, sejauh ini pemerintah tengah melakukan deregulasi, keterbukaan investasi, efisiensi supply chain, kemudahan berusaha hingga penataan perizinan. “Dan yang penting juga, pengawasan dan penegakan hukum,” ucap Edy.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut dia, selama ini industri hasil hutan terus  menunjukkan performa yang positif atau mengalami pertumbuhan secara kuantitatif. “Yang perlu diingat, jangan duplikasi perizinan, agar tidak melemahkan daya saing ekspor kita,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

2 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

3 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

4 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

4 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

5 hours ago