Pagar Alam – Sekitar dua tahun yang lalu, Utiatul Laili (52) mengalami menstruasi secara terus-menerus. Laili juga merasakan sakit pada daerah perut bagian bawah yang tak kunjung mereda. Karena terus merasa sangat kesakitan akhirnya ia berobat menggunakan fasilitas Program JKN-KIS sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimilikinya.
“Saat itu awalnya tidak dilakukan pengobatan dan menganggap itu hanya hal yang wajar karena sudah memasuki usia menopause. Tapi karena tidak berhenti selama kurang lebih dua tahun rasa sakit pada daerah perut bawah jadi berobat dengan menggunakan JKN-KIS dan dokter menyarankan untuk dilakukan kuret. Karena takut dikuret, saya meminta sama dokternya untuk memberikan resep obat terlebih dahulu. Harapannya dengan obat itu tidak perlu menjalani kuretase,” kata Laili.
Setelah selama tiga bulan meminum obat yang diresepkan dokter tempatnya berobat, sakit Laili tak kunjung berhenti dan pendarahan menstruasi bertambah banyak sehingga ia pun bersedia untuk menjalani prosedur kuretase oleh dokter. “Doa dan ikhtiar dengan obat sudah maksimal, tetap saja kuretase harus dilakukan. Dengan dukungan keluarga akhirnya saya bisa melawan rasa takut dan siap melakukan kuret,” ujar Laili.
Setelah empat bulan berlalu, ia masih merasakan kembali sakit pendarahan yang sama dengan sebelumnya sehingga terpaksa dilakukan operasi pengangkatan rahim oleh dokter kandungan di Rumah Sakit Besemah Kota Pagar Alam. “Hemoglobin saya sempat drop setelah kehilangan banyak darah. Dokter juga mengatakan tidak ada jalan lain selain melakukan transfusi darah dan operasi pengangkatan rahim,” jelasnya.
Meki demikian, Laili sangat bersyukur selama menjalani masa pengobatan yang sangat panjang dan operasi, ia tak perlu khawatir memikirkan biaya karena menggunakan kartu JKN-KIS yang menanggung seluruh biaya berobatnya sejak awal. “Saya berterima kasih kepada JKN-KIS, karena semua biaya operasi dan berobat saya ditanggung semua. Asal kita mengikuti prosedur dengan benar semuanya pasti akan dipermudah dan ditanggung biayanya,” ucap Laili. (*)
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,55 persen sepekan dan ditutup di level 9.075,40, sekaligus mencetak rekor… Read More
Poin Penting Modalku menyalurkan pendanaan Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74 ribu UKM sejak berdiri… Read More
Poin Penting Capital outflow Rp7,71 triliun terjadi pada pekan kedua Januari 2026, dengan dana asing… Read More
Poin Penting JCB luncurkan kampanye “Arigato! Cashback” bagi pemegang Kartu JCB Indonesia yang bertransaksi di… Read More
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More