Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selepas konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan anggaran belanja untuk program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menelan dana sekitar Rp1 triliun.
Purbaya menjelaskan, anggaran program tersebut akan bersumber dari dana cadangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“Gentengisasi tidak sampai Rp1 triliun. Kita juga ambil dari dana cadangan,” kata Purbaya usai acara Indonesia Economic Summit 2026, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan Tokoh dan Ormas Islam di Istana, Mensesneg Buka Suara
Menurut Purbaya, dana cadangan yang dimaksud berpotensi berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Selain itu, tidak menutup kemungkinan anggaran diperoleh melalui realokasi dari program lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Kementerian/Lembaga (K/L) lain.
“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. tapi cukup lah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya. Gentengisasi kan untuk ganti genteng seng dengan genteng batu-batuan itu bekas minyak segala macam,” bebernya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan proyeksi anggaran tersebut masih bersifat perhitungan kasar, karena didasarkan pada asumsi seluruh rumah beratap seng akan diganti.
“Itu kan hitungannya kasar sekali. Semua rumah dihitung terus semua rumah diganti, padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil dari yang anda dengar,” katanya.
Baca juga: Purbaya soal Ancaman Turun Peringkat MSCI: Pemerintah Ambil Langkah Tepat
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggagas gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas permukiman dan estetika lingkungan di Indonesia.
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Prabowo menilai penggunaan atap seng masih mendominasi rumah-rumah warga di berbagai daerah.
Menurut Prabowo, dominasi atap seng tidak hanya memengaruhi tampilan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kenyamanan masyarakat karena bersifat panas dan rentan berkarat.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi, nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Dunia Nyata Dikuasai Kekuatan, Indonesia Harus Siap dan Mandiri
Mantan Menteri Pertahanan itu menjelaskan, proyek gentengisasi nasional akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Koperasi akan didorong memiliki pabrik genteng skala lokal dengan peralatan yang relatif terjangkau.
Bahan baku genteng pun dinilai mudah diperoleh karena berasal dari tanah liat yang dapat dicampur dengan material lain agar lebih ringan dan kuat.
Melalui program ini, Prabowo berharap dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, wajah permukiman Indonesia dapat berubah menjadi lebih rapi dan indah, sekaligus mengurangi penggunaan atap seng berkarat yang dinilai mencerminkan ketertinggalan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Page: 1 2
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More