Setelah proses penyaringan yang berjalan selama dua bulan, PNP Indonesia dengan bangga memperkenalkan startup yang menjadi bagian dari program akselerator batch pertama yaitu Dana Didik, KYCK, Otospector, Bustiket, Karta Indonesia Global, Sayurbox, Brankas, Astrnt, Bandboo, Wonderlabs, dan Toucan.
“Corporate Partners kami juga memiliki hak suara yang besar dalam menentukan startup yang masuk ke dalam program akselerasi kami mengingat salah satu benefit yang didapatkan oleh startup adalah kesempatan untuk bekerja sama dengan corporate,” tutur Wesley Harjono, Presiden Direktur dari Plug and Play Indonesia yang juga hadir sebagai salah satu juri.
Selain kerja sama dengan korporasi dan seed funding yang diberikan untuk setiap startup, masih banyak benefit lainnya yang didapatkan oleh startup yang masuk ke dalam program bergengsi ini.
Selama program akselerasi yang berlangsung selama 3 bulan, startup juga akan dibina secara khusus melalui 1-on-1 Mentorship program. Selain itu, juga tersedia workshop dengan berbagai topik untuk membantu tim startup mengasah kemampuan dalam berbagai bidang. Tidak main-main, saat ini PNP telah memiliki lebih dari 60 mentor yang memiliki background yang kuat dibidangnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More