News Update

Profitabilitas BUMD Rendah, Untung Ada BPD

Jakarta – Bank pembangunan daerah (BPD) menjadi mesin pencetak untung badan usaha milik daerah (BUMD). Laba BUMD di setiap provinsi umumnya disumbang oleh BPD, kecuali Bank Banten yang merugi sejak 2014 hingga 2022 dan baru untung tipis pada 2023.

Menurut data The Asian Post Research, dari total laba 1.056 BUMD sebesar Rp24,39 triliun pada 2023, 57 persem atau Rp13,86 triliun disumbang oleh 27 BPD. Atau, rata-rata BPD mencetak laba Rp513,56 miliar. Sedangkan 1.029 BUMD selain BPD rata-rata labanya hanya Rp10,23 miliar. Per September 2024, aset 27 BPD telah mencapai Rp1.038,41 triliun dengan laba yang diraih sebesar Rp10,20 triliun.

Di seluruh Pemerintah Provinsi, BPD tampak menjadi yang terdepan dalam perolehan laba. Bahkan, Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJB) yang dipimpin Yuddy Renaldi ini tidak hanya menjadi BUMD pencetak laba terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan membukukan laba hingga Rp1,59 triliun per September 2024, tapi menjadi salah satu pemain dari 15 bank umum terbesar di tanah air.

Di Provinsi DKI, Bank DKI yang laba per September 2024 mencapai Rp513,22 miliar mengalahkan 13 BUMD lainnya. Laba BPD yang dinahkodai Agus Haryoto Widodo ini mengalahkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang labanya sebesar Rp100 miliar, atau Jakarta Industrial Estate Pulogadung yang 50 persennya dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) yang labanya hanya Rp60 miliar per 2023.

Sedangkan di Jawa Timur, ada Bank Jatim Tbk yang mencetak laba Rp1,47 triliun pada 2023, melampaui PT Surabaya Industrial Estate Rungkut yang juga 50 persennya dimiliki BUMN dengan laba RP396,58 miliar. Pada 2024, BPD yang dipimpin Busrul Iman ini menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar atau sebesar Rp417,54 miliar dari 10 BUMD milik Pemrov Jatim.

Sementara, di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Bank Kalbar yang dipimpin Rokidi memimpin perolehan laba BUMD. Sepanjang 2024, Bank Kalbar berhasil mencetak laba Rp485,79 miliar, atau melewati laba yang dicetak Jamkrida Kalbar sebesar Rp4,66 miliar atau Perumda Aneka Usaha yang labanya hanya Rp32 juta (per 2023).

Bagaimana rapor BUMD keuangan seperti BPD dan BPR? Baca selengkapnya dalam kajian Rating BUMD Keuangan versi The Asian Post 2025 di Majalah Infobank Nomor 562 Februari 2025?

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

1 hour ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

2 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

3 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago