Nasional

Profil Juwono Sudarsono, Mantan Menhan Era Gus Dur dan SBY yang Wafat di Usia 84 Tahun

Poin Penting

  • Mantan Menhan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun dan dimakamkan secara militer di TMP Kalibata sebagai bentuk penghormatan negara.
  • Ia merupakan Menhan pertama dari kalangan sipil yang mendorong modernisasi dan supremasi sipil di sektor pertahanan.
  • Juwono menjabat di berbagai era presiden dan dikenal sebagai Guru Besar UI dengan rekam jejak internasional.

Jakarta – Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting di bidang pertahanan dan akademik, Juwono Sudarsono. Mantan Menteri Pertahanan tersebut wafat pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Minggu (29/3) siang.

Jenazah tiba di TMP Kalibata pukul 11.19 WIB setelah sebelumnya disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan. Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara, disertai penghormatan militer dan tembakan salvo.

Juwono dikenal sebagai Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil. Penunjukannya menandai babak baru dalam sejarah pertahanan Indonesia, setelah lebih dari empat dekade posisi tersebut didominasi kalangan militer sejak 1959 hingga 1999.

Perannya dinilai penting dalam memperkuat fondasi pertahanan modern sekaligus mendorong supremasi sipil dalam sektor strategis negara.

Baca juga: Daftar Lengkap Penerima Tanda Kehormatan RI 2025, dari Puan hingga Burhanuddin Abdullah

Sepanjang kariernya, Juwono dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lintas pemerintahan.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada era Soeharto (1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era B. J. Habibie (1998-1999), dan Menteri Pertahanan pada masa Abdurrahman Wahid (1999-2000).

Kariernya berlanjut sebagai Duta Besar RI untuk Britania Raya pada era Megawati Soekarnoputri (2003-2004), sebelum kembali menjabat Menteri Pertahanan pada masa Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (2004-2009).

Jejak Akademik dan Internasional

Lahir di Ciamis, Jawa Barat pada 5 Maret 1942, Juwono merupakan putra dari Sudarsono, mantan Menteri Dalam Negeri era Kabinet Sjahrir.

Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi ke University of California, Berkeley (1970), dan London School of Economics and Political Science (1975).

Di dunia akademik, Juwono Sudarsono dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UI (1988-2020), Dekan FISIP UI (1988-1994), dan pernah menjadi Guru Besar Tamu di Columbia University, New York (1986-1987).

Baca juga: Bikin Melongo! Ternyata Segini Kekayaan Stafsus Menhan Deddy Corbuzier dalam LHKPN

Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh nasional, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Polkam Djamari Chaniago, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.

Prosesi ditutup dengan penurunan jenazah ke liang lahat dan tabur bunga oleh keluarga sebagai penghormatan terakhir. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More

3 hours ago

Funding Korporasi Bank Mega Syariah Tembus Rp5,9 Triliun di 2025

Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan funding korporasi lebih dari 60 persen yoy menjadi… Read More

8 hours ago

Laba Bank DP Taspen Melesat 54,31 Persen Jadi Rp34,78 Miliar di 2025

Poin Penting Laba bersih Bank DP Taspen naik 54,31 persen yoy menjadi Rp34,78 miliar, ditopang… Read More

16 hours ago

Komisi XI Desak OJK Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan Investasi DSI Rp2,47 Triliun

Poin Penting Komisi XI DPR meminta OJK memprioritaskan pengusutan dugaan penipuan investasi Dana Syariah Indonesia… Read More

19 hours ago

Menkop Ferry Dorong Koperasi Masuk Sektor Strategis, Ini Alasannya

Poin Penting Koperasi diminta keluar dari zona nyaman dan masuk ke sektor strategis seperti energi,… Read More

19 hours ago

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

20 hours ago