Nasional

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting

  • Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
  • Juda Agung memiliki rekam jejak panjang di Bank Indonesia dan IMF, serta terakhir menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak Januari 2022.
  • Berdasarkan LHKPN 2024, Juda tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp56,08 miliar dengan komponen terbesar berasal dari properti dan surat berharga.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menggantikan Thomas Djiwandono yang diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan kini mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Penunjukan Juda mempertegas kehadiran figur berpengalaman di bidang kebijakan ekonomi dan moneter di jajaran Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, Juda menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 6 Januari 2022.

Karier Panjang di BI dan IMF

Juda Agung lahir di Pontianak, 6 Agustus 1964. Ia menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987. Minatnya pada ekonomi membawanya melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master di bidang Commercial and Social Science pada 1995. Ia kemudian menyelesaikan program doktor (PhD) bidang Ekonomi di universitas yang sama pada 1999.

Baca juga: Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Kariernya di BI dimulai pada 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada 1992-1993, ia sempat menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Ia juga pernah bertugas di Kantor Perwakilan BI London.

Sekembalinya dari studi doktoral, Juda menapaki karier sebagai peneliti ekonomi junior (1999-2002) dan peneliti ekonomi (2002-2003) di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI. Ia kemudian dipercaya menjadi Staf Gubernur BI (2003-2006).

Pengalaman internasionalnya kian kuat ketika menjabat Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF di Washington DC (2007-2008). Juda juga pernah menjadi Direktur Eksekutif IMF periode 2017-2019.

Di internal BI, ia pernah menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), serta mengemban penugasan setingkat Direktur Eksekutif di Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).

Pada 2020-2022, ia dipercaya sebagai Asisten Gubernur BI yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial, sebelum akhirnya diangkat menjadi Deputi Gubernur BI.

Harta Kekayaan Juda Agung

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 yang dikutip dari KPK, Juda Agung tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp56.084.744.920. Setelah dikurangi utang Rp1.652.216.000, nilai kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp56,08 miliar.

Komponen terbesar kekayaannya berasal dari properti dan surat berharga. Juda melaporkan kepemilikan tujuh tanah dan bangunan senilai Rp21.521.800.000 yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Kota Bogor.

Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp22.306.724.050 serta kas dan setara kas sebesar Rp11.884.316.995.

Selain itu, Juda melaporkan tiga kendaraan dengan total nilai Rp2,02 miliar, yakni Toyota Fortuner diesel tahun 2020 senilai Rp375,59 juta, Toyota Calya tahun 2019 senilai Rp102,37 juta, dan BMW 730LI M Sport CKD tahun 2022 senilai Rp1,54 miliar.

Dengan rekam jejak panjang di bank sentral dan pengalaman di lembaga internasional, Juda Agung kini mengemban amanah baru di Kementerian Keuangan.

Tantangan ke depan adalah menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago