News Update

Profil dan Perjalanan Karier Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin yang Meninggal Dunia

Poin Penting

  • Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin wafat pada Jumat (14/11) dini hari di RS Mayapada Bandung, meninggalkan duka mendalam bagi industri perbankan Jawa Barat.
  • Yusuf memiliki rekam jejak panjang di Bank BJB, mulai dari memimpin Divisi KPR & KKB, Divisi Kredit Konsumer, hingga menjabat Direktur Konsumer dan Ritel.
  • Semasa kepemimpinannya, Yusuf dikenang sebagai pemimpin visioner yang mendorong percepatan bisnis, memperkuat kemitraan strategis, hingga modernisasi layanan digital.

Jakarta – Kabar duka menyelimuti industri perbankan di Tanah Pasundan. Direktur Utama (Dirut) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB Yusuf Saadudin menghembuskan napas terakhir, pada Jumat (14/11), dini hari, di RS Mayapada Bandung, Jawa Barat.

Banker kawakan ini merupakan sosok pemimpin strategis yang memiliki dedikasi tinggi, rekam jejak profesional yang kuat serta komitmen besar terhadap transformasi dan penguatan tata kelola perusahaan.

Kepergian pria kelahiran Bandung tahun 1973 ini pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sejawat di bank kebanggaan warga Jawa Barat.

Baca juga: Kabar Duka, Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin Tutup Usia

Perjalanan Karier Yusuf Saadudin

Pada 2019, Yusuf bergabung dengan Bank BJB sebagai Pemimpin Divisi KPR & KKB hingga 2021. Lalu, diberi kepercayaan memimpin Divisi Kredit Konsumer hingga Juli 2024.

Berkat kemampuannya dalam mengelola portofolio kredit dan membaca dinamika pasar konsumer kariernya moncer, Yusuf dipromosikan menjadi Direktur Konsumer dan Ritel (2024 – 2025).

Yusuf sendiri resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank BJB pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (16/4).

Sebelum diangkat menjadi bos Bank BJB, ia telah lebih dulu menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut menggantikan Yuddy Renaldi sejak 11 Maret 2025, yang disusul pembebasan tugas Yuddy pada 6 Maret 2025 oleh Dewan Komisaris Bank BJB berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.

Warisan Kepemimpinan

Dalam masa transisi itu, Yusuf dinilai mampu mendorong berbagai langkah percepatan bisnis, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam menghadapi dinamika industri perbankan nasional.

Berdasarkan keterangan resmi Bank BJB, Yusuf dinilai sukses  mendorong berbagai langkah percepatan bisnis, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam menghadapi dinamika industri perbankan nasional.

Berkat kontribusi dan warisan kepemimpinan dalam masa kepemimpinannya, ia menjadi figur sentral yang mendorong penguatan struktur permodalan, modernisasi layanan digital, serta peningkatan nilai perusahaan bagi para pemegang saham dan masyarakat Jawa Barat dan Banten. 

“Beliau dikenal sebagai pemimpin yang visioner, rendah hati, serta memiliki kepeduliaan tinggi terhadap pengembangan talenta dan budaya kerja Bank BJB yang unggul,” tulis keterangan resmi perusahaan.

Baca juga: Laba Bank BJB Tembus Rp1,37 Triliun, Pertumbuhan Berkelanjutan Terus Didorong

Sementara, Pemimpin Divisi Corporate Secretary, Herfinia, mewakili jajaran manajemen dan seluruh insan Bank BJB menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Yusuf Saadudin.

“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan dan transformasi Bank BJB. Integritas, dedikasi, dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan menjadi warisan berharga bagi seluruh insan Bank BJB. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

10 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

10 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

10 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago