Jakarta – Pengusaha alat kesehatan yang juga anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Yudhi Andrinto mengungkapkan, saat ini produsen alat kesehatan dalam negeri sedang mengembangkan alat Ultra Violet tipe C (UVC) dalam ruangan guna membunuh kuman bakteri hingga virus covid-19.
“Berikutnya juga kami punya target tersendiri yaitu menciptakan teknologi yang terbaru itu UVC tripel C ya nanti itu sudah mendapat hak paten dari Dirjen Haki dan kemungkinan kami terbuka untuk bekerjasama dengan Kementerian BUMN di Indonesia untuk mengembangkan alat-alat ini mencegah penyebaran covid lebih luas lagi,” kata Yudhi dalam diskusi Satgas Covid-19 di Kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa 17 November 2020.
Dirnya menambahkan, saat ini alat UVC sudah digunakan di beberapa rumah sakit seperti RS Wisma Atlet dan berbagai RS dalam negeri. Namun kedepannya pihaknya tak menutup kemungkinan untuk membuat alat khusus ruangan tertentu baik di tempat ibadah, sekolah maupun rumah.
“Sebenarnya ultraviolet ini di kedokteran memang sudah digunakan di ruang operasi untuk sterilisasi mungkinan juga ke depan kan bisa juga digunakan untuk sekolah-sekolah atau tempat-tempat di mana dalam ruangan itu berkumpul banyak orang,” jelas Yudhi.
Tak hanya itu, produsen alat kesehatan dalam negeri juga terus berupaya mengajak seluruh lembaga pendidikan nasional dalam penelitian penciptaan UVC tersebut. Dirinya berharap hal tersebut dapat meningkatkan penelitian dan riset pendidikan.
“Jadi buat kedepannya mungkin kami akan menambah anak bangsa yang memang berlatar belakang dari teknik engineering atau teknik elektro bisa bekerjasama dengan Universitas melakukan berbagai penelitian,” tukasnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More
Poin Penting HSG ambruk 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan 2 Februari 2026, dengan… Read More