Jakarta – Produsen cat, PT Avia Avian memprediksikan pada tahun ini pasar cat akan mengalami pertumbuhan sebesar 10% hingga 15%. Untuk itu, perusahaan yang memproduksi Cat Besi & Kayu Avian, Cat Tembok Aries, serta Cat Pelapis Anti Bocor No Drop ini menargetkan pertumbuhan penjualan 20 hingga 30% pada tahun ini.
“Tahun ini naik 20-30% (penjualan), tahun lalu naik 30-40%. Market share kita di angka 40%,” kata Deputy Marketing Director Avia Avian, Novi Christina, di Jakarta, Kamis, 11 Febuari 2016.
Ia mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan pasar konstruksi di Tanah Air yang terus tumbuh dalam beberapa tahun belakang ini. Sayangnya, Ia enggan menyebutkan berapa nilai dari penjualan perseroan di tahun ini.
“Masih akan tumbuh, pasar masih besar. Apalagi kondisi perusahaan konstruksi saat ini yang kalau bikin rumah dikejar deadline biasanya cat pecah, jadi perlu dicta ulang lagi. ini yang menjadi pasar kita,” terangnya.
Salah satu produk yang akan meningkatkan penjualan di tahun ini yakni cat pelapis anti bocor No Drop. Dengan 23 pilihan warna dan 3 bentuk kemasan yakni 1 kg, 4 kg dan 20 kg, No Drop diyakini akan banyak dipilih karena dapat melindungi dinding eksterior rumah dari cuaca ekstrim.
Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pada Februari ini Indonesia tengah mengalami puncak musim hujan sebagai akibat dari fenomena global La Nina. Fenomena ini menyebabkan intensitas curah hujan meningkat secara sporadis di sebagian wilayah di Indonesia.
Menurut Novi, curah hujan yang tinggi juga turut memicu berbagai kerusakan pada bangunan rumah akibat air hujan yang merembes, seperti atap bocor, dinding lembab, korsleting listrik dan risiko terburuk lainnya.
“Bocor sekecil apapun harus segera ditanggulangi. Karena secara perlahan bakal merusak bangunan tanpa disadari, terlebih dokondisi cuaca ekstrim seperti saat ini,” Tukasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More